Setelah 7 Bulan Menikah..

Kalo dihitung sejak tanggal 5 Mei 2013, hari ini adalah tepat bulan ketujuh gw & suami sudah sah menjadi pasangan suami istri. Setelah menikah, ada 2 perubahan besar dari hidup gw & alhamdulillah-nya gw sangat bersyukur dengan 2 perubahan ini.

 

1) I’m Officially A Mom-To-Be

Yay!! Alhamdulillah.. Rasanya ga bisa berhenti bersyukur deh karena dikasih kepercayaan untuk bisa hamil sesegera ini. Gw hanya merasakan 1x datang bulan setelah menikah & di bulan berikutnya setelah merasa sudah telat 10 hari, gw meminta suami untuk membeli 2 bungkus test pack sepulang kami dari kantor.

Malam & esokan paginya, hasil dari kedua batang test pack itu adalah tanda 2 strip. Yihaaa!! Rasanya pas melihat tanda 2 strip itu ga percaya, bingung, deg2an & bahagia. Akhirnya pagi itu kami berdua sepakat untuk izin ke kantor siang karena kami mau cek ke dokter kandungan dulu. Hahahahaha… 😀

2 strip di test pack!!

2 strip di test pack!!

Di sebuah rumah sakit dekat kantor kami, dokter kandungan yang kami datangi bilang kalau kantung janinnya sudah keliatan dengan panjang sekitar 0.61 cm & perkiraan usia janin 5 minggu. Mendengar kata-kata dokter, gw spontan berkata “Jadi saya beneran hamil, Dok?” Hehehe… Pertanyaan macam apa itu ya… :mrgreen:

hasil USG pertama

hasil USG pertama

Jadilah sejak hari itu gw memulai perjalanan gw menuju proses untuk menjadi seorang ibu. I’m welcoming every morning sickness, backpain, headache & restless nights with happiness & a lot of smiles. I am a mother-to-be & per awal Desember ini, janin di perut gw sudah berusia 28 minggu. 🙂

 

2) I’m A Full Time Housewife

Well… Keputusan ini datangnya dari gw sendiri & tentu saja dengan dukungan dari suami. Alasannya? Alasan pertama berasal dari prioritas gw yang gw rasa sudah berubah. Seriously, my priority has changed. Prioritas teratas gw saat ini adalah kehamilan gw. Mengingat banyaknya keluhan yang gw rasakan di masa-masa awal kehamilan, gw memilih untuk mengundurkan diri & fokus kepada kesehatan gw & janin gw.

Alasan kedua. Jujur, gw cinta pekerjaan gw yang sudah gw jalani selama kurang lebih 8 tahun sebagai sekretaris. Dan yang gw kenali dari kecintaan gw terhadap pekerjaan gw itu, gw masih merasa tidak terbebani untuk bekerja hingga larut malam. Tapi lalu, masa iya sih setelah gw menikah gw masih juga bekerja hingga larut malam? Gw sadar persis kalau gw masih bekerja dengan ritme yang sama, gw kehilangan momentum untuk bisa merasakan posisi baru gw sebagai istri. Misalnya, gw kesulitan untuk menyiapkan keperluan suami sebelum berangkat kerja atau ketika pulang kerja karena di pagi hari gw juga sibuk siap-siap berangkat kerja & di sore hari gw sudah merasa lelah. Tentu aja pemikiran ini datang karena gw mengenal diri gw sendiri ya. Ga ada maksud untuk membedakan antara Working Wife & Housewife karena masing-masing orang pasti punya alasan yang berbeda. Jadi alasan kedua adalah karena prioritas kedua gw pun berubah yaitu ingin menikmati penuh porsi gw sebagai istri.

Dengan kedua alasan utama itu, mulai bulan Oktober lalu gw mantap memilih untuk mengundurkan diri & menjadi istri & calon ibu di rumah. 🙂

so bubye, office workdesk.. :)

so bubye, office workdesk.. 🙂

Alhamdulillah. Life is good. 

10 Kotak Seserahan Itu..

Seserahan, this is my favorite part!! ^^

Saat mulai ngurusin persiapan nikah, seserahan adalah topik yang pertama kali gw browsing secretly. Kenapa deh secretly? Karena takut ketauan ama calon suami klo gw mupeng. Hahahaha… Gimana ga mupeng ya, ini adalah moment dimana shopping unnecessary things is ABSOLUTELY LEGAL & FREE. :mrgreen:

Setelah baca referensi apa aja sih barang-barang seserahan itu, gw pun mengajukan daftar barang-barang yang gw inginkan kepada calon suami. Berhubung calon suami gw merantau sendirian di ibukota, jadilah gw sendiri yang menentukan merk, model & warna barang-barang seserahan yang gw mau. Harganya juga terserah? Err, ngga sih, yang penting harganya masuk akal lah. 🙂

Lucunya, sebelum gw mulai nyicil belanja isian seserahan, gw malah beli kotaknya duluan. Kotak-kotak itu gw beli di bawah stasiun Cikini. Pertama kali dateng ke sana & dihadapkan sama pilihan kotak & keranjang seserahan yang buanyak banget ragam & macamnya itu beneran bikin galau. Baru di kunjungan kedua, gw nemu kotak macam apa yang gw mauin. Berhubung niat gw waktu itu mau sekalian belajar hias seserahan sendiri, jadilah gw beli kotak seserahan dengan tutup yang di tengahnya dilapis plastik elastis (bukan mika) sehingga isian kotak di dalamnya masih bisa keliatan. Buat jaga-jaga kalo akhirnya gw ga punya waktu untuk beneran menghias, barang-barang seserahannya ga akan berantakan karena kotaknya bisa ditutup. Oiya, kotak seserahan tertutup juga masih bisa dipake lagi di kemudian hari. Final story of boxes, gw membeli 2 set kotak seserahan tertutup berwarna putih gading.

Trus, isiannya apa aja? Berhubung katanya seserahan itu harus berjumlah ganjil (entah kata siapa, pokoknya banyak yang bilang gitu), jadilah gw menentukan bahwa total seserahan dari calon suami untuk gw berjumlah 7 buah. Berhubung makna dari seserahan adalah sebagai simbol dari pihak lelaki atas kesanggupan untuk memenuhi kebutuhan calon istrinya kelak, maka inilah isi 7 kotak itu:

  1. Perlengkapan ibadah >> mukena, sajadah & AlQuran
  2. Perlengkapan kerja >> sepatu, tas & dress batik
  3. Perlengkapan traveling (baca: nyandi) >> flat shoes, tas, tshirt & pashmina
  4. Handuk & pakaian dalam >> cukup jelas lah ya apa kira-kira isinya 🙂
  5. Perlengkapan mandi >> sabun mandi, sabun muka, shampoo, conditioner, body lotion, dll. 
  6. Perlengkapan make-up >> bedak, eyeliner, mascara, lipstick, aneka kuas, dll. 
  7. Makanan

Ada seserahan balasan untuk calon suami ga? Hehe… Ada, tapi cuma 3, dengan alasan karena katanya (entah kata siapa, pokoknya banyak yang bilang gitu) seserahan untuk pihak lelaki ga boleh lebih banyak daripada untuk pihak perempuan. Dan karena makna seserahan untuk pihak lelaki adalah simbol kesediaan dari pihak perempuan untuk melayani keperluan suaminya kelak, maka ini isian 3 kotak dari gw untuk calon suami gw:

  1. Perlengkapan mandi
  2. Makanan
  3. Buah-buahan

Lalu apakah gw berhasil menghias sendiri? Yes, i did it. Hiasannya terbilang sederhana kalau dibandingin dengan hiasan seserahan pada umumnya, but hey Less is (always) More for me. 😉 Gw cuma membutuhkan gulungan pita emas, hiasan bunga-bunga, double tape & lem tembak. Gulungan pita & hiasan bunga-bunga bisa dicari di pasar Jatinegara. Sedangkan double tape & lem tembak hampir selalu ada di toko buku atau toko ATK.

Selain seserahan, bawaan pihak lelaki untuk pihak perempuan selain seserahan biasanya adalah perhiasan, cincin lamaran atau uang tunai. Berhubung gw ga terlalu suka pakai perhiasan, uang tunai menjadi pilihan calon suami gw. Nah, uang tunai itulah yang kami sebut uang susu. Uang susu itu disimpan di dalam kotak yang berbeda dengan kotak seserahan, kotak ini juga gw hias, sayangnya lupa difoto. 😛

Inilah cerita seserahan gw. Happy hunting & shopping, wahai CPW & CPP!! 🙂

Lamaran 130113

Hari Gw Dilamar..

Bagi gw, garis start untuk memulai mengurus persiapan pernikahan itu adalah setelah perempuan dilamar secara resmi oleh keluarga calon suami. Setelah lamaran, then you are officially a CPW alias Calon Pengantin Wanita. Jadi mari memulai review dengan lamaran.

Calon suami gw, yang sekarang udah naik status menjadi suami, sebenarnya sudah ngajak gw menikah kira-kira 2 minggu sebelum gw diajak berkenalan dengan orangtuanya di bulan November. However, I need an official one. Lamaran resmi itu pun terlaksana tgl. 13 Januari 2013. Dengan persiapan yang cuma 10 hari, alhamdulillah acaranya lancar & bisa mengakrabkan kedua keluarga besar. ^^

Jadi apa aja yang diurusin pas lamaran itu? Well, yang jadi peer banget tentu aja beberes rumah. :mrgreen: Selain urusan masak memasak, nyaris semua persiapan lamaran diurus oleh kami berdua. Inilah kurang lebih daftar persiapan lamaran kami.

Checklist Persiapan Lamaran:

  • Susunan Acara
  • Konsumsi Acara
  • Dekorasi Rumah
  • Seserahan
  • Tempat Uang Susu
  • PIC Acara (Wakil  Keluarga CPP, Wakil Keluarga CPW, MC & Pembaca Doa)

Fyi. Acara lamaran kami terbilang cukup sederhana. Kami ga sewa tenda, ga pake katering & ga pake kebaya atau seragam keluarga. Kami ga sewa tenda karena kami hanya mengundang keluarga inti, sahabat & beberapa tetangga yang akrab. Alhamdulillah rumah gw cukup untuk menampung kira-kira 60 orang. Lalu soal konsumsi, nyokap gw ngotot ga mau pake katering dengan alasan beliau mau masak sendiri karena yakin masakannya pasti lebih enak daripada makanan katering. Hehehe… Trus kenapa ga pake seragam? Jelas karena kami ga punya waktu lagi untuk jahit kebaya atau seragam. Bahkan kami baru kepikiran pakai baju apa itu kira-kira 3 hari sebelum hari lamaran. 😛 Dan akhirnya lamaran itu pun ber-dress code batik.

Seperti apa sih susunan acara lamaran kami? Here it goes.

  1. Pembukaan dari MC.
  2. Sambutan selamat datang & perkenalan keluarga dari wakil keluarga CPW/Calon Pengantin Wanita kepada keluarga CPP/Calon Pengantin Pria.
  3. Sambutan balasan, memperkenalkan keluarga yang hadir, & pernyataan maksud kedatangan untuk melamar dari wakil keluarga CPP.
  4. Tanggapan dari wakil keluarga CPW.
  5. Jawaban dari CPW  *jawaban gw waktu itu sukses bikin semua yang hadir ketawa: “ini harus dijawab sekarang ya?”* 😛
  6. Tanggapan jawaban dari wakil keluarga CPP & penyerahan seserahan & uang susu.
  7. Tanggapan penutup dari wakil keluarga CPW & penerimaan seserahan & uang susu.
  8. Pembacaan doa.
  9. Penutup dari MC.
  10. Makan siang & ramah tamah.

Konsumsinya apa aja?

Sebelum makan siang, ada snack untuk disajikan kepada tamu. Pesanan snack gw ga banyak, cuma 3 macam saja. Snack tersebut gw pesan di salah satu teman SMA gw yang sekarang sukses berbisnis kue & snack yaitu Agita Cakes. Pilihan snack yang gw pesan adalah lemper, sosis solo & sus. Rasanya gimana? Jelas enak dunk, pilihan Vinna… 😀 Tapi sus-nya Agita Cakes ini juara deh enaknya, apalagi kalo dimakan dalam keadaan dingin setelah keluar dari kulkas.

Menu makan siang acara lamaran gw juga sederhana, cukup 4 macam pilihan lauk beserta sop sebagai teman nasi putih. Untuk memasak semuanya, nyokap gw dibantu oleh beberapa keluarga & tetangga. Alhamdulillah makanannya enak & ludes semuanya. Nyam nyam…

Terakhir, ada juga buah & 2 macam pudding hasil sumbangan dari sahabat gw sebagai dessert. Trus minumnya apa? Minumnya cukup gelas air mineral saja. 🙂

Dekorasi Rumah alias Beberes Rumah

Yup!! Sebenar2nya, yang gw maksud dekorasi rumah adalah geser2 perabotan sana sini supaya bisa dapat ruangan yang lapang untuk sekitar 60 orang. Karena nantinya seluruh tamu akan lesehan, maka seluruh meja & kursi di ruang tamu & ruang tengah dipindah sementara ke halaman depan & belakang. Karpet & tikar pun digelar di kedua ruangan tersebut, pintu & jendela dibuka supaya sirkulasi udara lancar. *Bilang aja supaya irit ga perlu sewa AC portable…* :mrgreen: Oiya, jangan lupa menyediakan mic kalau ruangan dirasa terlalu besar, supaya semua orang yang hadir bisa ikut menyimak setiap prosesinya. Sebelum acara dimulai, ada baiknya mic dicoba terlebih dahulu untuk memastikan berfungsi atau tidaknya.

PIC Acara

Apa sih perlunya PIC? Well, untuk acara lamaran sesederhana ini, PIC yang kami tentukan ga banyak koq. Sebelum acara ada baiknya ditentuin siapa wakil dari keluarga CPW, wakil dari keluarga CPP, siapa yang bakal baca doa, siapa yang bakal bantuin jadi MC & siapa yang akan potret2. Pas acara lamaran kami, kami minta tolong sahabat kami untuk jadi MCnya. Pak MC sudah kami bekali nama2 lengkap kami & kedua keluarga kami untuk menghindari kesalahan pengucapan.

Itulah sepotong cerita hari lamaran resmi itu terlaksana. An official marriage proposal has been done. 🙂

lamaran hanif vinna

Oiya. Cerita seserahan & uang susunya akan gw tulis terpisah yaaa… :mrgreen: