Saat Senang Terasa Salah..

*hela nafas*

Gw harus akui, jadi ibu itu berat. Ga bermaksud mengeluh, cuma sedang jujur klo ini yang gw rasakan.

Dria adalah berkah & anugerah. Setelah kelahirannya, pilihan apapun tanpa Dria selalu terlihat ga benar. Some called it responsibility, others called it burden.ย 

Walau berusaha untuk selalu positif, gw juga melewati masa-masa ketika jenuh terasa seperti tembok persis di depan mata. Ada kala ketika hati kecil gw cuma ingin teriak bahwa gw kangen kehidupan gw yang dulu: hangouts, kumpul dengan komunitas, & a lot of traveling. I want my routine break!But then it feels so wrong. ๐Ÿ˜ฆ

Persis di puncak rasa jenuh itu, ketika rencana-rencana untuk menyenangkan diri sendiri sedang disusun, gw disentil. Kata dokter sewaktu imunisasi: kenaikan berat badan Dria ga maksimal. Garis kurva pertumbuhannya kurang ok. DANG!!ย 

Denial & excuses seketika memenuhi pikiran gw:

“Habisnya Dria sekarang lebih suka main.”

“Klo lagi nen, Dria gampang keganggu oleh suara & lampu.”

“Gw kan ga kerja, sudah menerapkan menyusui sesuka bayi.”

Bla bla bla bla bla..

Setelah itu yang datang adalah rasa bersalah. Koq bisa-bisanya gw yang secara sadar memilih untuk fokus merawat anak, justru malah ga becus untuk fokus pada pertumbuhan anak. Koq bisa-bisanya gw kepikiran semua hal, kecuali anak gw. I feel stupid.


It took a while to pull myself together.ย Gw teringat alasan kenapa dulu gw secara sadar memilih untuk berhenti kerja: karena prioritas gw berubah. Dria adalah prioritas gw sekarang. Setiap prioritas perlu sesuatu yang harus dikorbankan, jadi kalau sesekali gw bisa kumpul dengan teman-teman, nyalon tanpa terburu-buru, & melepas rindu dengan candi, maka itu adalah bonus.

I really should keep these in mind. Mencium harumnya rambut Dria seusai memandikannya. Meredakan tangisan Dria setiap akan pakai baju. Tidur dengan posisi seadanya karena tiap malam gw hampir selalu dipepet Dria. Banyak terhenti sewaktu menulis blog karena Dria tiba-tiba terbangun. — Hal-hal ini, bagaimana pun juga, membahagiakan. ๐Ÿ™‚

Advertisements

Sibuknya Dria (2)..

Lanjutan postingan dari sini.ย 

Lunch with Aunty Amel & JakBookFair 2014

Amellia Karinaย adalah sahabat gw sejak kami SMP. Setelah janjian di WhatsApp 2 hari sebelumnya, kami sepakat untuk ketemuan sekaligus makan siang di sekitar kantornya yaitu di fX Sudirman pada Jumat, 23 Mei. Dria & nyokap gw ikut pergi menemani gw makan siang dengan Amel. Kami berangkat dari rumah jam 11 siang & tiba di tujuan 1 jam kemudian. Tengok sini & sana, akhirnya kami berempat memilih untuk makan siang di Torico. Selama kami makan siang, Dria tidur pules di gendongan nyokap & gw.ย Overall, gw menikmati makanannya, tapi merasa kurang puas ngobrolnya. I need more time to chat face to face, Mel..

photo courtesy of Amel

photo courtesy of Amel

borong buku untuk Dria

borong buku untuk Dria

Makan siang selesai, Amel balik ke kantornya & kami bertiga menuju Istora Senayan, ada Jakarta Book Fair 2014 di sana. Berhubung hari itu masih hari pertama, pameran bukunya masih sepi, jadi suasananya cukup nyaman untuk Dria. Selama di area pameran, Dria anteng banget tengok sana sini. Area pameran yang masih sepi bikin gw puas banget milih-milih buku cerita bergambar bekasย untuk Dria. Walaupun bukan buku baru, kondisinya masih bagus-bagus, harganya pun miring banget. Ada buku cergam yang di dalamnya ada puzzle-nya hanya seharga Rp7,500.- saja. Lalu ada buku dongeng berwarna berbahasa Inggris yang lumayan tebal, harganya cuma Rp35,000.- Bahagia rasanya bisa beliin Dria 9 buku cerita dengan harga yang ga lebih dari 200 ribu. :mrgreen:

Meet Baby Ziva

Selasa, 27 Mei pukul 8 pagi, kami sekeluarga berangkat menuju Bandung untuk menengok Zivara Medina Putri Nurhadi, anak pertama dari Cita Utami, partner trip candi gw selama ini. Perjalanan Bekasi-Bandung lumayan lancar & kami tiba pukul 11 siang. Sejak kelahiran Dria, ini adalah pertama kalinya gw menengok bayi baru lahir & ternyata rasanya berbeda dengan ketika gw belum menikah dulu. Naluri menjadi ibu yang bikin perbedaan itu. Rasanya seru banget sewaktu melihat Dria & Ziva yang cuma beda 2 bulan tidur samping-sampingan. Ngebayangin nanti Dria & Ziva akan ke candi atau ke pameran buku barengan seperti gw & Cita sebelum kami menikah & hamil dulu.ย Yay, Dria sudah punya teman!! ^^

photo courtesy of Cita

photo courtesy of Cita

That’s all. Cerita sibuknya Dria di bulan Mei ini selesai. Kapan kamu mau jalan-jalan lagi, Nak? ๐Ÿ™‚ย 

Sibuknya Dria (1)..

Bulan Mei ini, Dria sibuk banget karena banyak kegiatan. Well, banyak banget untuk ukuran bayi usia 3 bulan sih. Hehehe.. Walaupun kegiatannya banyak, alhamdulillah Dria tetap sehat & aktif. Setelah sudah bisa tengkurap sambil angkat-angkat lehernya di 2.5 bulan usianya, sekarang Dria lagi aktif menggunakan tangannya. Dria sudah bisa mengambil barang yang disodorkan lalu memegang & mengarahkannya ke mulut untuk digigit-gigit. Makanya sekarang mainannya Dria harus mainan yang aman secara bahan & bentuk. Tetap sehat & aktif ya, Nak.. ๐Ÿ™‚

Her First Trip

Tepat di usianya yang ke-3 bulan, gw & suami membawa Dria pergi menyebrangi Selat Sunda menuju kota Bandar Lampung untuk berkumpul dengan keluarga besar suami, termasuk mertua gw yang belum bertemu Dria semenjak Dria lahir. Walaupun perginya cuma 2 hari, persiapan perginya udah kayak mau pergi seminggu. Haha!! Gw yang merasa sudah sangat ahli dalam kemampuan packing *halah*, tiba-tiba merasa ciut & ga PD sewaktu menyiapkan keperluan Dria selama pergi. Khawatir ada barang yang ga kebawa, cemas sepanjang jalan Dria akan rewel, takut Dria bakal sakit karena kecapekan atau ketularan virus, dan banyak lain-lainnya. Dan ternyata traveling dengan bayi itu bukan cuma perlu menyiapkan barang-barangnya ya, tapi juga mental orangtuanya. ๐Ÿ™‚ Satu minggu sebelum keberangkatan, gw sudah beberapa kali WhatsApp dokternya Dria untuk tanya ini itu. Salah satu usaha gw untuk mempersiapkan mental lah. :mrgreen:

Dria duduk manis di car seat-nya

Dria duduk manis di car seat-nya

Kekhawatiran gw kalau Dria bakal rewel sepanjang perjalanan ternyata ga terbukti sepenuhnya. Ketika perjalanan darat, Dria bisa duduk tenang di car seat atau di pangkuan gw, sedangkan selama di kapal feri Dria tidur digendong bapaknya. Kecemasan-kecemasan lainnya juga alhamdulillah ga terjadi, Dria tetap sehat sampai kami tiba kembali di rumah. She’s been a good girl along the trip. Thank God! ๐Ÿ˜€

Vaccine Time

Dua hari setelah pulang dari Lampung adalah waktunya Dria imunisasi. Jadwal imunisasi bulan Mei ini adalah PCV & Rotavirus. Berdasarkan info dari dokternya Dria, PCV adalah imunisasi untuk mencegah bakteri penyebab radang paru, sedangkan Rotavirus berfungsi untuk mencegah diare. Vaksin PCV diberikan melalui suntikan di paha, sedangkan vaksin Rotavirus diberikan dengan diteteskan ke mulut. Dria tampak menikmati vaksin tetesnya & hanya menangis sebentar saat disuntik. Anak mama pintaarrr.. :mrgreen:

PhotoGrid_1401619912727

data imunisasi Dria

Walaupun dokter sudah memberikan daftar harga vaksin PCV & Rotavirus ini pada imunisasi bulan lalu, gw tetap aja shock ketika petugas kasir memberi tahu total biayanya. Di RS Hermina Galaxy, vaksin PCV yang bernama Synflorix harganya Rp564,900, sedangkan vaksin Rotavirus yang bernama Rotarix harganya Rp293,200. Itu pun masih ditambah biaya dokter & administrasi imunisasi, jadi total yang gw bayar adalah sekitar 1,1 juta. Ini mah wajib disimpen baik-baik kuitansinya buat di-reimburse ke kantor suami, bisa mewek gw klo kuitansinya hilang. ๐Ÿ˜€

Cerita sibuknya Dria berlanjut ke postingan berikut ya.. ๐Ÿ™‚