Ancient World Connects Us..

I believe every human being is the citizen of the world.

We share the same earth for living. We share every history made by our ancestors. We share the similarity in the details of ancient structures. Somehow, we are always connected.

image

Clockwise: Pyramid of the Sun (Mexico), Pyramid Giza (Egypt), Sukuh Temple (Indonesia), Koh Ker (Cambodia), Chichen Itza (Mexico)

*) Pictures taken randomly from Google Image.

Enough Said..

“Kita sadar ingin bersama tapi tak bisa apa-apa.”  Sepatu by Tulus

PhotoGrid_1402675789458

Review: Relief Kekasih – Kris Budiman..

Masih ingat tulisan gw beberapa waktu lalu yang berjudul Lumbini & Lumbini? Lumbini adalah novel istimewa karya mas Kris Budiman. Kenapa istimewa? Istimewa karena entah mengapa gw merasa sangat dekat dengan ceritanya. Gw merasa bahwa ada sebagian diri Ratna di dalam diri gw. Haha!! :mrgreen:

Anyway, mas Kris Budiman di tahun 2012 ini sudah mengeluarkan karya terbarunya. Bukan, karya ini bukanlah novel terusan Lumbini yang sebenarnya sangat gw tunggu-tunggu. Buku ini adalah sebuah kumpulan puisi & sketsa, judulnya Relief Kekasih.

Walaupun bukan novel yang gw tunggu, buku kecil ini lagi-lagi datang di saat yang tepat, persis ketika Lumbini tiba di tangan gw dulu. Setelah mengalami beberapa minggu berat yang mematikan rasa & energi, buku Relief Kekasih datang tepat waktu untuk menemani.

Menurut gw, puisi-puisi Relief Kekasih ini sungguh sarat akan rasa rindu. Ada banyak kerinduan yang muncul dari ruang-ruang kosong hati & imajinasi gw setelah membacanya. Selain rindu, ada juga semacam perpaduan rasa antara nelangsa & bahagia. Seperti mendua. Puisi berjudul “Berangkat” adalah kesukaan gw. Puisi inilah yang paling mewakili seluruh rasa tadi, rindu, nelangsa & bahagia.

Lalu sketsanya, sketsanya membawa kerinduan yang dashyat untuk gw. Setiap helai coretannya mampu membuat imajinasi gw berangkat menuju sebuah candi, seperti seakan sedang menyentuh kasarnya bebatuan candi, baik yang berelief maupun tidak. Seperti sedang menyentuh kekasih.

Dan lagi-lagi buku ini, Relief Kekasih, terasa sangat dekat dengan gw. Sendu dan rindu, syahdu.

“Thank you, mas Kris Budiman.”  🙂