During The C-Section..

So this is it. Bismillahirohmanirrohim.

 

The Sectio Caesaria..

1)  11:30 WIB. Masuk ruang operasi. Dingin. Gw lalu diminta untuk pindah ke meja operasi.

2)  Dokter anastesi mulai menyuntikkan obat bius di tulang belakang dengan posisi duduk setengah menunduk. Ga lama setelahnya, gw mulai merasa kesemutan pada kaki gw.

3)  Kain hijau pembatas dipasang di depan gw.

4)  Setelah obat biusnya sukses bikin gw ga bisa mengangkat kaki lagi, kateter dipasang.

5)  Oiya, sejak awal proses operasi dimulai, dokter kandungan gw nyetel musik dari tabletnya. Buat gw, adanya musik lumayan mengurangi ketegangan gw. Thanks, Dok!🙂

6)  Gw udah ga tau lagi apa yang sedang dikerjakan oleh dokter di balik kain pembatas sana, soalnya yang gw rasain cuma perut gw kaya lagi digoyang-goyang aja. Mungkin itu pas perut gw lagi dibelek ya.

7)  Ga terlalu lama kemudian, gw dengar suara tangisan itu. Subhanallah, itu suara anak gw, itu tangisan Dria. Seketika aja gw ikutan nangis, sesunggukan pula. Tangisan itu ibarat kaya lagi dengerin lagu kesukaan gw yang udah gw tunggu-tunggu diputar di radio. ^^ Oleh dokter, Dria dinyatakan lahir pada tepat pukul 12 siang.

8)  Dokter anak menghampiri gw beberapa menit kemudian. Gw masih inget kata-katanya: “Bu. anaknya sehat ya. Organnya lengkap. Jari tangan & kaki masing-masing ada 5.” Alhamdulillah, rasanya lega & bersyukur banget.🙂

9)  Habis itu yang gw ingat adalah IMD alias Inisiasi Menyusui Dini. Dria yang kulitnya masih merah & keriput itu diletakan di dada gw. Setelah ditaruh di dada gw, Dria menatap gw selama beberapa detik. Adegan kami saling menatap itu menurut gw sangatlah romantis, lepas dari apakah Dria sudah bisa melihat atau belum. Ini bahkan lebih romantis daripada ketika suami melamar gw atau pada saat kami disahkan oleh penghulu. Gw pun menangis lagi. Setelah menatap gw, Dria lalu menjilat-jilat dada gw cukup lama. Dria bisa menemukan puting susu, tapi ga dihisap atau dijilat-jilat, Dria cuma mengangguk-anggukan kepalanya. Proses IMD ini jadi makin manis oleh lagu yang sedang diputar saat itu: Bruno Mars – Count On Me.

IMD: adegan paling romantis antara ibu & anak.. :)

IMD: adegan paling romantis antara ibu & anak..🙂

10)  Setelah IMD selesai, gw nyaris ga ingat apa-apa lagi. Entah karena efek obat bius atau suhu ruang operasi yang dingin atau karena gw sudah rileks & lega, gw ngerasa ngantuk banget. Gw masih ingat sewaktu dipakaikan baju oleh suster saat operasi selesai. Setelahnya, gw sudah terbangun di ruang pemulihan. Proses operasinya sudah selesai. Alhamdulillah.

Thank You..

Terima kasih tim dokter, bidan & suster di Hemina Galaxy yang sudah membantu proses kelahiran Dria, terutama untuk dokter kandungan gw yang selama 8 bulan terakhir ini selalu bersedia ditanya-tanya pagi, siang maupun malam oleh gw & suami. Many thanks, dr. Rahayuning Indit Pramesti SpOG.🙂

foto bareng dr, Ayu.. :)

foto bareng dr. Ayu..🙂

*) foto terakhir courtesy of dr. Ayu

2 Responses to During The C-Section..

  1. quinie says:

    vinnnaaa, kok lu bisa ada poto di ruang operasi? sapa yang motoin? *envy
    itu dokter obsgyn paporit mertue gua juga *padahal obsgyn gua bukan dia. ahahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: