Trisemester 2: HB Rendah & Defisiensi Zat Besi..

Setelah menjadi drama queen di trisemester pertama, trisemester kedua gw lewati dengan sekian kali test darah di laboratorium. Serangkaian test darah ini juga ga tanggung-tanggung deh harganya, untungnya bisa reimburse ke kantor suami.😀 Sekedar saran gw aja, ada baiknya sebelum merencanakan kehamilan, supply nutrisi gizi untuk tubuh diperhatikan & jaga kesehatan.

Gw melakukan test pertama yaitu test Prenatal Awal di akhir trisemester 1, sebulan setelah test itu gw pun kontrol bulanan rutin sekalian mengambil hasil testnya. Fyi, Test Prenatal Awal ini adalah test darah & urine. Ternyata, hasil test hematologi alias darah gw rata-rata rendah daripada nilai normal, termasuk HB gw yang nilainya hanya 9.5 saja, sementara nilai normalnya adalah 12-15. Melihat angka-angka rendah di hasil hematologi itu, dokter kandungan gw lalu meminta gw untuk melakukan test darah lanjutan dengan harapan hasil yang lebih detil.

Hari itu juga gw langsung melakukan test kedua berupa test darah lanjutan yang hasilnya bisa gw ambil seminggu kemudian. Satu minggu kemudian gw pun mengambil hasilnya sekaligus kontrol untuk minta penjelasan hasilnya ke dokter. Dan jengjengjeng, ketika membaca hasil analisa test-nya sebelum dipanggil ke ruang dokter, gw cemas bukan main karena gw dicurigai mengidap Thalasemia Minor & ada defisiensi zat besi. OMG, apa pula itu Thalasemia Minor?😦

Melihat hasil analisa itu, dokter kandungan gw langsung meminta gw melakukan test darah (lagi), kali ini adalah test analisa HB. Nanti setelah hasil test-nya keluar, gw diberi rujukan untuk segera berkonsultasi dengan dokter ahli penyakit dalam alias internist dengan membawa semua hasil test sebelumnya. Jadilah hari itu juga gw pergi lagi ke lab untuk test ketiga & merelakan darah gw diambil lagi. Guess what, ternyata untuk test analisa HB ini, darah yang dibutuhkan bukan cuma 1x suntikan tapi harus memenuhi 2 buah tabung darah. Mendengar info itu, tanpa gw sadari gw langsung tegang & panik. Alhasil pembuluh darah gw sulit dicari, aliran darah kurang lancar, area suntikan harus pindah-pindah ke 3 titik & dibutuhkan 2 orang suster untuk mengambil darah gw untuk memenuhi 2 buah tabung itu. Plus, suami gw akhirnya juga harus menemani untuk bikin gw tenang.:mrgreen:

21w 3d: 3x pindah lokasi suntikan untuk test analisa HB.. :(

21w 3d: 3x pindah lokasi suntikan untuk test analisa HB..😦

Satu minggu kemudian, berbekal info dari suster di lab bahwa hasil test sudah bisa diambil, gw pun lalu mendaftar ke dokter spesialis penyakit dalam di rumah sakit yang sama keesokan malamnya. Setelah melihat hasilnya & ditanya-tanya tentang riwayat kesehatan gw, dokternya berkesimpulan bahwa gw tidak mengidap Thalasemia Minor tapi hanya defisiensi alias kekurangan zat besi. Alhamdulillah… Gw pun lalu diberikan obat Hemabion, diminta makan makanan yang mengandung zat besi & dirujuk untuk melakukan transfusi sebanyak 2 ampul zat besi.

Padahal ya, gw sudah mempersiapkan mental loh untuk disuntik lagi. Tapi ketika akan mendaftar untuk melakukan transfusi zat besi, dokter kandungan gw menyarankan agar transfusi tersebut dilakukan di atas minggu 32 saja dengan penjelasan bahwa jika dilakukan sekarang, kecenderungannya akan turun lagi padahal zat besi lebih dibutuhkan di trisemester 3 menjelang proses persalinan. Jadilah proses transfusi zat besi tersebut ditunda hingga Test Prenatal Akhir di trisemester 3 nanti & baru akan dilakukan jika ternyata hasil test-nya menyatakan bahwa kandungan zat besi gw masih di bawah dari nilai yang dibutuhkan.

Setelah rangkaian test darah itu, gw baru ngerti loh kenapa sejak awal kehamilan gw sangat mudah lelah, rupanya karena HB rendah itu tadi. Well, selain kecemasan soal urusan darah, yang gw rasakan trisemester 2 itu lebih nyaman daripada sebelumnya. Rasa pegal di kaki mereda, mual-mual sudah hilang & makan pun sudah ga milih-milih lagi. Dan, jenis kelamin anak gw pun sudah bisa diketahui di trisemester ini, yang kata dokternya sih bakal jadi temen mamanya blusukan ke candi sekaligus juga ke mall alias perempuan. Yay!!:mrgreen:

Tabel Kontrol Rutin

Tanggal Kontrol

Minggu Kehamilan

Berat Janin

12 Oktober 2013 21w 4d 381 gr
9 November 2013 24w 3d 713 gr
2 Desember 2013 27w 5d 1.042 kg
7 Desember 2013 28w 3d 1.200 kg

3 Responses to Trisemester 2: HB Rendah & Defisiensi Zat Besi..

  1. quinie says:

    sama dong kita, di rujuk ke internist juga. internist lu siapa? dokter herman bukan?
    tapi kayanya obsgyn gua ga puas, akhirnya ngerujuk lagi ke dokter spesialis penyakit dalam hematologi di premier jatinegara.
    hihihi, benar2 perjuangan yak jadi ibu🙂
    nice to meet you on last saturday🙂
    sehat terusss yooo

  2. Pingback: kontrol 32minggu | tentang kami, double R

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: