Racauan Pertama Calon Pengantin..

Ada banyak oleh-oleh yang gw & calon suami bawa sepulang dari acara sowan & perkenalan bulan November kemarin. Mulai dari lukisan candi Plaosan hasil karya pelukisnya sendiri, mas Maslihar Panjul, sajadah & kerudung dari calon ibu mertua yang baru pulang haji, bantal dari calon kakak ipar hingga banyak cemilan dari keponakan calon suami. Tapi oleh-oleh paling penting yang kami bawa pulang adalah sebuah tanggal yang Insya Allah akan menjadi hari dimana gw & calon suami sah menjadi suami-istri. Aamiin.. ^^

Dan berbekal tanggal yang tinggal hitungan bulan itu, gw pun mulai deg-degan menyusun persiapannya. Dimulai dengan bikin To-Do-List yang asumsinya bakal ngurangin deg-degannya, dan nyatanya salah, si To-Do-List itu malah bikin gw stress bin (nyaris) gila. *lebay*😛 Tapi serius deh, gw emang jadi stress gila dengan banyak adegan nangis & uring-uringan dalam beberapa minggu ini. Ya sekedar melakukan pembelaan diri, acara ini bener-bener diurus berdua doank (baca: 80% gw & 20% si calon suami).

Selain bikin To-Do-List yang gagal memberikan efek tenang tadi, kami juga bikin rincian budget & schedule pembayaran. Berhubung budget acara ini adalah 100% dana kami pribadi, jadi kami perlu tau di bulan apa kira-kira para tagihan akan bikin info saldo kami jadi ga enak diliat. *walopun sekarang juga belom enak diliat siy*:mrgreen:

Udah nyusun budget, emangnya udah ada konsep acara? Nah itulah… Belom. Lebih tepatnya konsep detil sama sekali belum punya, yang ada di kepala adalah kami berencana tidak bikin acara resepsi melainkan syukuran saja setelah akad nikah. Selain pertimbangan dana, gw mau cuma ada orang-orang terdekat di hari istimewa gw. Nope, gw bukan tipe yang akan ngundang teman sekolah mulai TK, SD, SMP, SMA hingga kuliah yang bahkan udah bertahun-tahun ga pernah gw temui & bertukar kabar. So it’s going to be a simple & hopefully chic one!!

Terus gimana deh merealisasikan konsep itu dengan budget yang minim? Nah itulah… Itu yang belom kepikir sama sekali. Produktivitas gw selama beberapa minggu ini cuma googling & nanya ke beberapa teman untuk referensi ini itu. Sedangkan produktivitas si calon suami adalah ngutek-ngutek budget sambil sibuk nenangin gw yang sering nangis & marah secara tiba-tiba. (_ _!!)  Dan saking kebanyakan referensi, gw jadi bingung sendiri. “Percayalah, menjadi perfeksionis antisipatif itu ga selalu menguntungkan di setiap momen.” –> ngomong sama diri sendiri.  

Jadi terus gimana? Ya ga gimana-gimana. Buat mengalihkan kebingungan makanya meracau di blog aja lah. *hela napas*

3 Responses to Racauan Pertama Calon Pengantin..

  1. frozzy says:

    serasa balik lagi ke hampir 1,5 taun yang lalu. Kerjanya uring-uringan, gara-gara budget terbatas dan waktu yang terbatas (cuma punya waktu 3 bulan buat persiapan). akhirnya sampai pada kesimpulan : ” yang penting kan akadnya dulu, yang lain-lain ada bujet berapa ya menyesuaikan.”😀
    don’t worry neng, “kegilaan” yang lo alami normal kok dialami smua calon pengantin.
    Klo pen ngoceh2, sinih gue tampung di whatsapp or line.😀

  2. winnymarch says:

    keren!
    salam kenal yah mbak
    follow balik yah🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: