Nasionalisme versi NASIONAL.IS.ME..

Semalam, Rabu tanggal 19 Mei 2010, bukan kebetulan gw membaca notes-notes di FB, suatu hal yang sudah lama tidak pernah gw lakukan kecuali nama gw di-tag di notes tersebut. Di antara notes-notes itu, ada notes milik teman gw yang rasa-rasanya sekarang tidak lagi menulis seaktif dulu. Kalimat pembuka notes-nya cukup menarik, perihal informasi bahwa lukisan Pattimura, salah satu pahlawan nasional Indonesia, yang kita kenal selama ini bukanlah wajah beliau yang sesungguhnya. Ternyata isinya bukan menyoal tentang konspirasi foto seperti yang gw harapkan, tapi isinya tentang e-book milik Pandji Pragiwaksono yang berjudul NASIONAL.IS.ME. Ga pake mikir lama, gw langsung mengunduh e-book itu via E71 & baru pagi ini mulai gw baca & baru beberapa menit yang lalu selesai. *Lagi gada kerjaan? Ga juga sih, disambi lah… :mrgreen:*

Inti yang gw tangkap dari e-book berisi 233 halaman ini adalah tentang apa yang bisa kita lakukan untuk Indonesia yang (sebenarnya) (sangat) kita cintai ini. Pandji bercerita tentang perjalanan panjangnya yang membuatnya dengan teramat yakin bahwa dia mencintai negeri ini & teramat yakin bahwa negeri ini memiliki banyak nilai positif yang dapat kita banggakan daripada terus menerus menggerutu akan kepayahannya. Tanpa bermaksud berlebihan atau lebay, gw menangis sebanyak kira-kira 4x sepanjang membaca tulisan pemuda Indonesia ini. Kenapa? Karena tulisannya mengharukan tapi sekaligus juga memotivasi.

Gw mungkin salah satu orang yang merasa tersentil dengan e-book ini. Dulu, gw tidak sedikit pun merasa bangga & bahagia lahir di Indonesia & berlabel WNI. Dulu, gw mengagung-agungkan negara Mesir & beberapa negara di benua Eropa akan kekayaan peninggalan sejarah mereka. *Fyi, gw sudah tertarik peninggalan-peninggalan sejarah sejak di bangku SD* Dulu, gw tidak bangga karena beranggapan bahwa Indonesia cuma punya Candi Borobudur & gw tidak bahagia karena malu akan tragedi kerusuhan & PHK besar-besaran yang terjadi di pertengahan tahun 1998. *Fyi lagi, Papa gw pun terkena PHK & kondisi ekonomi keluarga kami berubah drastis sejak saat itu.. :|*  Sampai lalu titik itu berbalik ketika gw mendapat kesempatan dinas ke Yogyakarta, iya, Yogyakarta yang kini gw cintai teramat sangat itu. Di kota itu gw melihat peninggalan-peninggalan sejarah dengan mata kepala gw sendiri, bukan dari buku, TV ataupun internet. Candi Prambanan & Kraton Ratu Boko cukup menyadarkan gw betapa salahnya gw selama ini atas ketidakcintaan & ketidakbanggaan gw kepada negeri gw sendiri. Gw tiba-tiba merasa picik, sangat picik. Picik & dangkal karena sudah menilai sesuatu yang sesungguhnya belum gw kenal & ketahui. Hasil kunjungan kedua gw ke Yogyakarta ternyata membawa lebih banyak cinta untuk Indonesia. Berhubung passion gw adalah peninggalan-peninggalan sejarah, maka gw pulang ke Jakarta dengan segudang cerita indah tentang fakta bahwa ternyata Indonesia bukan cuma punya Candi Brorobudur sebagai peninggalan sejarah, tapi Indonesia punya peninggalan sejarah yang tidak terhitung banyaknya bukan sekedar untuk diceritakan tapi juga untuk dibanggakan. Dan setelah kunjungan-kunjungan ke beberapa kota di Indonesia, saat ini gw dengan bangga mengatakan bahwa gw mencintai Indonesia.

Benar kata Pandji, bagaimana pun juga, Indonesia memiliki banyak kelemahan. Tapi kelemahan Indonesia yang segudang itu harusnya bukan jadi alasan kita untuk tidak mencintai negeri ini. Benar juga kata Pandji bahwa seharusnya sisi-sisi negatif Indonesia bukan untuk dibesar-besarkan lalu kemudian kita hanya diam tetapi menuntut perubahan, di saat kita seharusnya turut andil untuk menciptakan perubahan. Terus terang, gw sangat termotivasi dengan kalimat ini: “Hanya ada 2 jenis anak muda di dunia. Mereka yang menuntut perubahan & mereka yang menciptakan perubahan. Silahkan pilih perjuanganmu.” E-book ini bukan cuma bisa memotivasi koq, tapi juga memberikan beberapa contoh dari anak muda yang berhasil menciptakan perubahan dengan passion-passion mereka.

Masih mengutip kalimat dari NASIONAL.IS.ME ini, ada 3 cara untuk melakukan hal-hal hebat untuk kebaikan Indonesia:

1. Kenali Indonesia-mu

2. Temukan passion-mu

3. Berkaryalah untuk masa depanmu

Jadi, yuk kenali & cintai Indonesia kita.. ^^

15 Responses to Nasionalisme versi NASIONAL.IS.ME..

  1. mawi wijna says:

    harus segera download dan cepat-atau-lambat menimbulkan kontroversi😀

  2. arman says:

    bagus ya ebook nya.. ntar download ah…

  3. Pingback: “Aku Tak Mau Disia-siakan Mas, Gak Mau!” Ujarnya.. « essajiwa nge-blog

  4. Saya pernah dinasehati orang tua: Kita ndak memerlukan alasan apa pun untuk mencintai negeri ini. Maksudnya adalah, kita ndak usah mencari-cari kelebihan apa yang dimiliki negeri ini untuk menumbuhkan cinta kita. Bahkan, saat kita menemukan kelemahannya pun kita harus tetap mencintainya. Sebab dengan cinta itu kelemahan negeri ini mungkin bisa terselesaikan. Begitulah teorinya.🙂

    Tapi lebih banyak orang yang ndak cinta negeri ini. Makanya Indonesia ndak pernah lepas dari kondisi seperti ini.

  5. TRIMATRA says:

    negeri ni hebat karena banyak masalah…itu yang aku tangkap dari pembicara di simposium bersama si J-Kalla.
    mari berkarya membangun negeri ini dengan menyelesaikan masalah-masalah yang ada di negeri ini.

  6. mandor tempe says:

    wah saya harus cepet-cepet downlod nih, biar gak dihapus
    Terima kasih atas informasinya ya Vin

  7. farus says:

    sipp deh nasionalisme banget gw setuju…lanjut….

  8. quinie says:

    update dong vinnnn.. miss you

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: