Kisah Mendua..

Tak ada seorang pun di sana ketika ku bercermin. Tak ada aku di sana. Hanya ada biasan sinar matahari merah ciptakan sebuah bayangan di sudut tempat tidur kecilku. Itu aku. Duduk tertunduk seakan lelah untuk berdiri.

Aku tak melihat esok di telapak tanganku. Aku juga tak melihat kita di telapak tanganmu. Apakah itu artinya tak ada masa depan bagi kita? Sungguh-sungguh tak ada? Jika tak ada yang tersisa untuk sebuah kata ‘Kita’, lantas mengapa kau masih di sini?

Di sisian-sisian labirin ingatanku.
Di sudut-sudut kota maha indah yang mereka sebut Yogyakarta.
Di kamar-kamar tempat kita mencumbui dosa.
Di sela-sela bekas aroma parfummu di kulitku.
Di tetesan-tetesan air mata keruhku.
Di imbuhan-imbuhan pilihan kata-kataku.
Di tempelan-tempelan wajah yang menghiasi meja kerjaku.
Oh bahkan di putaran-putaran acak sebuah pemutar lagu bernama iPod.

Lantas dimanakah tempat bersembunyi? Masih adakah ruang di balik punggung Tuhan untuk berlari darimu, dosa terindahku? Masih adakah tempat di belakang sebuah botol obat tidur untuk membuatmu tak ada di mimpi-mimpi terliarku? Tak bisakah dirimu tak ada dimana pun di partikel terkecil seorang aku?

Muak; Marah; dan Bosan. Aku ragu mereka benar-benar ada. Semu ku lihat mereka menjelma menjadi rasa dari akar sebuah keputusasaanku. Muak; Marah; dan Bosan, mereka itu tak pernah ada!! Mereka yang seakan tak pernah mampu menyentuhmu.

Entah bagaimana rasanya; Entah seperti apa jika. Entah bagaimana rasanya menjadikan mereka nyata:
Muak kepadamu.
Marah kepadamu.
Lalu bosan kepadamu.

Bahkan ketika yang kukatakan yaitu “Aku membencimu.”, yang terdengar oleh hatiku adalah “Aku mencintaimu.”

13 Responses to Kisah Mendua..

  1. arman says:

    benci ama cinta emang beda tipis sih. hehe.

  2. Wempi says:

    benci, benar-benar cinta…

  3. AeArc says:

    cinta mang ga da matinya

  4. Hariez says:

    terkadang rasa cinta yang sangat terlahir dari rasa benci lho๐Ÿ˜€

    -salam hangat-

  5. yos says:

    waktu baca dari atas tak kirain ngomongin apaan tadi
    setelah nyampai kalimat terakhir ternyata
    UUC (Ujung-Ujungnya Cinta) hehehehe…

  6. rizal says:

    wahh cinta……

  7. mandor tempe says:

    sedang diujung pilihan ya, mari beraktifitas lebih banyak saja, kurangi memikirkan dia sejenak agar ketika berpikir bisa lebih jernih dalam mengambil keputusan.

  8. quinie says:

    gokilll.. keren amat pemilihan kata2 lu. btw, kemaren gimanah tugas ke solonya? ketemu ama zia N triunt yak?

  9. zulhaq says:

    cinta oh cinta….
    terlampau ribet tuk memahaminya

  10. tuxlin says:

    kadang mulut dan hati emang gak sejalan.. apalagi urusan cinta,hehehe.. salam kenal๐Ÿ˜€

  11. LIA-DUBIDAMM says:

    ..BENCI N CINTA SETIPIS KULIT BAWANG.. SAMA SPT TULISAN VINA, BE POSITIVE THINKING N MENGHIBUR DIRI SENDIRI..SANGAAT TIPIS.. BAGUS, VIN.. AKU SUKA TULISAN MU.. BIKIN BUKU DONK VIN, FULL SUPPORT DWEH..!

  12. sesi says:

    Salam kenal…1st time baca blogmu…just fall in love w it..keep writing hoping u will be a writer one day…cheers…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: