Dua Puluh Enam..

Dua puluh enam. Apa artinya? Artinya sudah lewat seperempat abad; artinya sudah bukan termasuk golongan anak2; artinya (InsyaAllah) sudah mendekati angka tiga puluh; artinya sudah harus bisa mengandalkan diri sendiri; artinya (katanya) sudah masuk kategori dewasa; artinya sudah semakin berkurangnya waktu di dunia *glek..*; artinya sudah memasuki masa wajib tobat; artinya sudah (semakin) memasuki usia wajib menikah *gyaaa..*; artinya sudah harus bisa melepas Peter Pan Syndrome yang selama ini melatarbelakangi alasan mengapa gw masih suka bermain2 & bersenang2; dan mungkin masih ada banyak lagi artinya.

Dua puluh enam. Gw akui, gw cukup naif untuk terus menerus berkata kepada diri gw sendiri bahwa gw tidak ingin menjadi dewasa. Gw ingin selalu hidup dalam jangkauan usia 21-25 tahun, yang berarti sudah lewat & nyatanya gw mulai sadar bahwa gw ga akan pernah punya kuasa untuk membuat hidup gw berada selamanya di usia itu. Kenapa 21 hingga 25? Karena menurut gw, 21 hingga 25 adalah angka yang berada di masa transisi masa kecil & masa dewasa dimana seluruh batas toleransi masih berlaku.

Dua puluh enam. Gw benci dunia orang dewasa. Dunia orang dewasa yang seringkali gw lihat adalah dunia kesepian, dunia persaingan, dunia keterikatan, dunia untung rugi, dunia peraturan, dunia keharusan, dunia tanggung jawab, dunia kepura2an & dunia pencitraan. Ya, ya, ya.. Put the blame on me for being so naive & self-centred.

Dua puluh enam. Tapi lalu gw bisa apa? Angka 26 itu terus melaju tanpa peduli gw suka atau tidak. Desember selalu datang lebih cepat dari yang gw harapkan. “Tapi gw masih ingin bebas bermain2 & melakukan apapun yang gw kehendaki..” “Tapi gw masih ingin bebas berpergian tanpa harus kompromi dengan segala bentuk tanggung jawab..” “Gw juga masih ingin bebas mencintai & dicintai oleh siapapun..” “Gw juga masih ingin selalu bisa menjadi diri sendiri & menikmati diri sendiri tanpa intervensi dari siapapun..” Aaarrrggghhhhhh!!!! Tapi lalu gw bisa apa selain menjalankan waktu yang tersisa dengan keikhlasan menerima semua cerita & deritanya.

Dua puluh enam. Gw siap menyambut angka itu dengan segala label kewajiban, keharusan, kesenangan & kewenangannya. Gw harus siap! Selamat datang 26!! *Sniff.. Sniff.. Mengendus2 aroma sesuatu yang baru* ^^

Dua puluh enam. Terima kasih tak terhingga kepada Allah SWT, Sang Pemberi Nikmat yang tiada henti kendatipun gw belum juga menjadi golongan umatnya yang taat. Terima kasih teramat banyak kepada Mama, anugrah paling indah dalam hidup gw. I am nothing without you, Mom. I love you & i love you & i love you & i love you & loving you for always, Mom.  Terima kasih teramat banyak kepada  Alm. Papa untuk setiap jerih payahnya, butiran keringatnya, tetes air matanya & semua pembelajaran yang teramat sulit.