di 10 Hari Terakhir..

“Stop!!!”

Seakan ga mendengar teriakan gw, ia terus melenggang. Tanpa beban.

“Wait.. Wait.. We can talk about it first. Please stop & wait.”

Ia hanya menoleh, tapi terus saja melaju.

“Can you please just stop for awhile? Pleaseee..”, rengek gw sekali lagi.

Lagi2 tanpa berhenti, ia hanya tersenyum tipis tanpa bicara. Senyumnya berkata bahwa tak pernah akan ada kompromi.

“Tolong berhenti sebentar saja.. Tolong..”, suara gw sudah kehabisan daya untuk memintanya berhenti.

Ia masih terus melangkah. Pasti & tanpa henti.

Dan ia pun meninggalkan gw sendiri di lorong masa, untuk kesekian kalinya.