Cerita Sabtu Seru 31/10/09: Sepeda & Museum Perangko..

Sepeda. Kata benda itu sudah menggangu hidup gw selama beberapa bulan terakhir ini, ya setidaknya ketika fenomena bersepeda kembali nge-trend lah. Setelah batal bersepeda di minggu sebelumnya, akhirnya hasrat & kerinduan gw untuk bersepeda tersalurkan juga di Sabtu seru ini. Nah, berhubung gw sudah ga punya sepeda sejak maling menggondolnya beberapa tahun yang lalu, jadilah gw mencari tempat wisata yang punya fasilitas rental sepeda & pilihan gw jatuh kepada Taman Mini Indonesia Indah (TMII) yang secara jarak lebih dekat dari rumah gw.

Tiket masuk TMII bagi orang dewasa adalah seharga Rp9.000,- & berhubung waktu itu gw ke sana naik mobil jadilah mobil gw pun dikenakan retribusi sebesar Rp10.000,-. Rental sepedanya berlokasi di sudut kiri Desa Seni & menghadap langsung ke tempat parkir, beroperasi di hari Selasa-Minggu pukul 9.00-17.00 WIB. Ada banyak pilihan sepeda dengan berbagai pilihan tarif sewa yang berlaku untuk hitungan waktu selama 1 jam. Ada sepeda tandem dewasa bertarif Rp20.000,-; sepeda tandem kecil bertarif Rp15.000,-; sepeda MTB 24″ seharga Rp10.000,-; sepeda MTB 26″ seharga Rp20.000,- & sepeda BMX dengan tarif Rp7.500,- hingga Rp10.000,-. Syarat peminjamannya mudah koq, cuma uang seharga sepeda rental pilihan & KTP yang masih berlaku tentunya. Pilihan gw pun jatuh ke sepeda MTB ukuran 24.

Whoaaa.. Riding time is begin!! Sepedahan begini bikin gw flash back ke tahun2 keintiman gw ma sepeda gw yang dimalingin itu. *Hiks.. Sepedah, aku merindukanmu..* Pagi itu gw ga sepedahan sendiri, gw sepedahan bareng Mama tercinta yang ternyata masih bisa bersepeda setelah puluhan tahun ga pernah lagi bersepeda. Setelah keliling2, sok2an ngebut, gaya2an zig-zag, ngebalapin orang2 yang lagi jalan kaki *penting bgt* & foto2 *ini sebenarnya inti dari sepedahan pagi itu.. :P*, gw & Mama pun akhirnya mampir ke Museum Perangko.

sepedahan

Museum Perangko berada di kompleks Taman Mini Indonesia Indah tidak jauh dari Anjungan Daerah Papua. Museum ini diresmikan oleh Bpk. Soeharto ketika masih menjadi Presiden Indonesia pada 29 September 1983. *Museum ini seumuran ma gw.. :P* Pada pintu masuknya terdapat patung Hanoman, menurut keterangan dari situs resmi TMII, patung Hanoman itu dikenal sebagai pembawa berita (dhuta dharma) dalam dunia pewayangan yang diartikan serupa dengan tugas PT Pos Indonesia. Meskipun bukan tergolong museum baru, tapi bangunan Museum Perangko ini terbilang masih cukup baik. Belum lagi diorama & tata letak isi museum yang tertata apik & bersih dengan sepoi2 sejuknya AC ruangan, bikin gw betah banget berlama2 di sini. Oiya, sebagai informasi, tiket masuk seharga Rp2.000,- yang terpampang di depan patung Hanoman tidak berlaku koq, harga tiket masuk museum ini = GRATIS!

Terdapat 6 bagian di museum ini, mulai dari Sejarah Pos & Perangko di Dunia; Proses Pembuatan Perangko & Perkembangannya; Penerbitan Perangko Pra Kemerdekaan dan Masa Kemerdekaan; Penerbitan Perangko Paska Kemerdekaan; Macam2 Tema Perangko & Kegiatan Filateli. Pada bagian2 ini kita bisa melihat perangko pertama di dunia, The Penny Black, yang diterbitkan di Inggris pada tahun 1840. Kemudian terdapat pula perangko pertama di Indonesia yang diterbitkan pada tahun 1864, keunikannya adalah perangko ini dicetak tanpa perporasi atau gigi perangko. Ada pula bis surat alias kotak pos yang dipergunakan pada tahun 1919.

Museum Perangko1

Museum Perangko TMII

Museum Perangko2

Sang Dhuta Dharma

Koleksi Museum Perangko 1

Koleksi Museum Perangko 1

Koleksi Museum Perangko 2

Koleksi Museum Perangko 2

Koleksi Museum Perangko 3

Koleksi Museum Perangko 3

Setelah puas berkeliling, gw lalu bergabung dengan Mama yang lagi ngobrol dengan penjaga museum. Iseng2 gw bertanya perihal frekuensi kunjungan di museum ini & jawaban si bapak penjaga cukup bikin gw sedih. Katanya, “Sepi, Mba.. Orang2 lebih suka ke acara musik di bawah, naik kereta gantung, istana anak2 & SnowBay. Lihat saja di buku tamunya.” Gw pun beranjak ke buku tamu; gw adalah pengujung pertama hari ini, sedangkan kemarin hanya ada 2 orang pengunjung & begitu pula kemarin lusa. Sisi emosional gw langsung memuncak. Kenapa sih rata2 museum selalu sepi pengunjung kalau dibandingkan dengan mall atau coffee club yang notabene membuat kita menjadi konsumtif? Apa iya museum semembosankan itu? Padahal para kreator maupun donatur museum sudah mengeluarkan banyak effort untuk berbagi ilmu pengetahuan kepada kita semua, khususnya museum ini yang menurut gw sangat layak untuk dikunjungi. Siapa & apa yang salah ya? *Think*

Sepedahan: DONE. Kunjungan museum: DONE. Foto2: DONE. Jadi cuma segini Sabtu serunya? Wewww.. Ini baru awal keseruan di hari Sabtu, 31 Oktober 2009 koq, masih ada cerita seru lainnya setelah ini. Nantikan postingan berikut yaaa.. ^^