Petualangan Kamis, 10/09/09 – Museum Wayang

Kebingungan masih melanda gw setelah kunjungan Gereja Katedral selesai, ada 3 pilihan lokasi yang ingin gw kunjungi di Kota Tua. Gw menuju Kota Tua dengan menggunakan Busway dari halte Istiqlal 2 dengan tujuan halte Harmoni untuk transit, lalu lanjut dengan Busway koridor 1 menuju Kota sebagai halte pemberhentian terakhir. Di dalam Busway, gw memantapkan pilihan kunjungan antara Museum Bank Indonesia, Museum Wayang & Museum Keramik dan Seni Rupa, & pilihan gw jatuh kepada Museum Wayang. Kenapa? Ngga ada alasannya, pengen aja.ūüėÄ

Gw tiba di Museum Wayang pukul 14.30. Museum di Jakarta pada hari kerja umumnya tutup pukul 16.00 WIB, tetapi berhubung ini adalah bulan puasa maka waktu tutup mereka maju menjadi pukul 15.00 WIB. Itu artinya gw cuma punya waktu 30 menit untuk berkeliling di museum ini. Gw masuk & membayar tiket seharga Rp2.000,- ditambah dengan wanti2 dilarang memotret koleksi wayang dari penjaga loketnya ketika beliau melihat sebuah kamera tergantung di leher gw.

Museum Wayang

Museum Wayang

Museum Wayang terletak di Jl. Pintu Besar Utara No. 27, Jakarta Barat. Gedung ini dibangun pada tahun 1604 & berfungsi sebagai gereja dengan nama De Oude Hollandsche Kerk. Pada tanggal 13 Agustus 1975 gedung ini resmi digunakan oleh Museum Wayang & pada tanggal 16 September 2003 gedung ini memperluas lahannya setelah mendapatkan hibah dari Bpk. H. Probosutejo. Museum Wayang memiliki sekitar 5400 koleksi wayang baik dari wilayah nusantara maupun mancanegara yang terdiri dari wayang kulit, wayang golek, wayang kardus, wayang rumput, wayang janur, topeng, boneka & gamelan. Oiya, selain memiliki koleksi wayang, museum ini pun masih memiliki beberapa peninggalan nisan warga2 Belanda yang dahulu pernah dimakamkan di sini mengingat gereja di zaman Belanda dulu selalu menjadikan halaman belakangnya sebagai pemakaman. Salah satu nisan tersebut adalah nisan dari Jan Pieter Zoon Coen alias J.P. Coen, salah satu gubernur VOC yang pernah memimpin Batavia.

Kondisi museum ketika gw datang sepi, sunyi, senyap & gelap. *Eh, ini museum apa kuburan ya? Apa lagi pada ngirit ya sampe harus gelap2an begini.. :D* Sampai akhirnya gw bertemu dengan Pak Jali yang bersedia menemani gw berkeliling & menjelaskan kalau ternyata museum mengalami pemadaman listrik sejak semalam. *Hoo.. Pantesan..* Pak Jali sebenarnya bukanlah seorang pemandu melainkan hanyalah seorang pegawai museum, tetapi walaupun bukan seorang pemandu, informasi yang diberikannya cukup banyak & detail. Pak Jali menjelaskan bahwa setiap bentuk, guratan, mimik & warna dari sebuah wayang itu memiliki nilai filosofi atau arti tersendiri. Begitu juga proses pembuatan sebuah wayang yang membutuhkan waktu yang tidak instan. Selama ini yang gw tau, wayang hanya berasal dari seputaran wilayah Jawa saja, tapi ternyata gw salah, hampir seluruh wilayah nusantara memiliki boneka wayang-nya masing2 mulai dari Sumatera, Kalimantan, Sulawesi hingga Nusa Tenggara. Selain untuk hiburan, wayang pun kerap kali digunakan sebagai media untuk dakwah hingga himbauan program Keluarga Berencana (KB). Lalu, sebagai bentuk nyata partisipasi museum terhadap kelestarian wayang, pertunjukan wayang pun digelar setiap hari Minggu di minggu ke 2 & 4 pukul 10.00 Р14.00 WIB.

Nisan JP Coen

Nisan JP Coen

inilah wayang golek raksasa yang menyambut para pengunjung museum..

inilah wayang golek raksasa yang menyambut para pengunjung museum..

Kunjungan gw selesai pada pukul 15.30 & selesailah petualangan gw seharian ini. Sebelum meninggalkan Kota Tua, gw sempatkan untuk duduk2 di Taman Fatahillah, memperhatikan keramain di sekeliling gw¬†lalu berkata dalam hati “Sepertinya misi gw menghilangan suntuk kemarin malam berhasil.. Mission accomplished.. Hore!!” ^^ Sekarang waktunya melangkahkan kaki lagi untuk sebuah janji.

stadhuisplein

stadhuisplein

4 Responses to Petualangan Kamis, 10/09/09 – Museum Wayang

  1. Gandi Wibowo says:

    Lu bilang ada koleksi dari mancanegara? jadi wayang asli mana? terutama wayang kulit, soalnya setahu Gw wayang kulit itu karya sunan kalijaga supaya wayang bisa sesuai syariat Islam…

    • Vinna says:

      wayang asli mn? hmmm.. mnurut gw c sama kya yg pnah gw tulis soal keris.. soalnya wayang jg ada di malaysia, vietnam, thailand & india, cm bedanya bentuk wayang mereka spt wayang golek.. medianya kan bs macem2..

  2. essajiwa says:

    wayang orang ga dipajang? :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: