Get Real!!

Kutipan dari buku berjudul Ascotta La Mia Voce (Dengarlah Suaraku) karangan Susanna Tamaro..

Ilaria terkasih,

Aku telah menerima suratmu dan kujawab segera karena, selain tak ingin membuatmu kehilangan waktu untuk menunggu, aku juga tak ingin menciptakan angan2 yang berbahaya untukmu.

Dari kata2mu sebaliknya, yang beberapa kali — maaf — agak bodoh, aku menangkap bahwa bagimu bukan demikian, karena engkau memupuk angan2 besar. Di lain pihak, kendatipun sudah lewat beberapa tahun sejak pertemuan kita yang pertama, engkau masih terlalu muda & kemurnian lagak borjuasi (dan sentimentalisme) yang meresapimu melalui pendidikan masih begitu utuh. Meskipun perilakumu begitu bebas, pada dasarnya engkau masih beraspirasi pada lagu abadi mengenai dua hati & satu rumah, meski mungkin dalam versi revolusioner “aku & engkau & keturunan kita berjalan menuju matahari esok.”

Dalam tulisanmu sering kau menggunakan kata “cinta”. Engkau tak pernah sungguh2 mempertanyakan apa yang ada di balik kata yang begitu sering digunakan & disalahgunakan itu. Engkau tak pernah sampai meragukan bahwa kata itu tak lebih dari sejenis tulisan, sebuah latar belakang di atas karton untuk memberi suasana yang lebih enak bagi pentas? Justru sifat dasar latar belakang itu adalah perubahan pada setiap pergantian adegan.

Esensi dramaturgi bukan berada pada karton yang digambari itu — ilusi gambaran membantu kita untuk bermimpi, untuk sedikit mengurangi rasa pahitnya pil — tetapi, jikalau kita jujur dengan diri kita sendiri, kita tidak dapat mengingkari bahwa kita berada di depan sebuah rekaan sederhana, sebuah kepura2an.

Cinta — yang sering memberi nutrisi pada fantasimu — tak lain hanyalah bentuk halus racun. Dia bergerak pelan tetapi dengan pasti dan mampu, dengan racunnya yang tak kelihatan, merusak kehidupan apa pun.

Mengapa? engkau bertanya, dengan pandanganmu yang kebingungan.

Karena untuk mencintai sesuatu, perlu lebih dahulu mengenalnya. Dapatkah kompleksitas suatu makhluk manusiawi mencapai pengetahuan tentang kompleksitas makhluk manusiawi lainnya? Jawabannya jelas: sama sekali tidak. Oleh karena itu mustahillah mencintai sungguh2 karena tidak mungkin mengenal sungguh2.

 

Untuk teman2 yang telah menyemangati & berusaha mengembalikan logika ke ambang mimpi, terima kasih!!

“Get real & stop crying!!”

“You’re a grown up woman, so act like one!!”

4 Responses to Get Real!!

  1. mawi wijna says:

    Jadi ceritanya menangis karena cinta? Cari bukunya Susanna Tamaro ah…

  2. Gandi WIbowo says:

    “You’re a grown up woman, so act like one!!”
    buktiin dong…

  3. omagus says:

    dalam kata singkat “tak kenalmaka tak sayang”

  4. essajiwa says:

    Gak ngerti… mending foto-foto lagi yuuuu….

    *biarpun ngeblur semuaaaaaaa.. :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: