Tutup Pintunya Beberapa Saat, Lalu Bukalah Lebar2..

Di ujung kemarau panjang yang bersinar menyakitkan / Kau datang menghantar berjuta kesejukan / Kasih.. Kau beri udara untuk nafasku / Kau beri warna bagi kelabu jiwaku / Tatkala butiran hujan mengusik impian semu / Kau hadir di sini di batas kerinduanku / September ceria.. / September ceria..

Sepenggal percakapan 5 jam setelah gempa kemarin sore (2/09/09).

Kenapa matamu? Terlihat sendu..

Hmmm.. Masa iya? Aku baik2 aja..

Bohong.. Ada apa? Candimu runtuh karena gempa?

Ehm.. Iya, candiku hancur berantakan, alias gagal..

Gagal?

Iya, gagal mengakhiri kesendirianku..

What?!! Apa aku ga salah dengar? Kamu mau mengakhiri kesendirianmu??

Iya..

Gimana bisa?

Bisa.. Karena aku bosan berpura2 klo aku baik2 aja.. Karena aku rindu ingin berbagi.. Karena aku rindu ingin memberi..

Dan sekarang kamu kecewa?

Iya.. Kecewa karena belum juga bisa menghentikan kenaifan2ku..

Itu bukan naif.. Itu pembelajaran.. Lagipula, kamu tau ga bahwa ketika kamu gagal itu artinya kamu diberikan kesempatan untuk memperbaiki diri agar sepadan dengan pengganti kegagalanmu kelak..

Jadi sebuah perbaikan diri lagi?

Iya.. Itu sebabnya ketika kamu gagal dalam sebuah hubungan, tutuplah pintu hatimu beberapa saat & jangan terlalu lama kemudian bukalah lagi lebar2.. Agar pembelajaran itu mengendap memaham dalam ketenanganmu, lalu berikan lagi kesempatan untuk hubungan berikutnya..

Kemudian lantunan lagu September Ceria terdengar dari HP-ku, panggilan masuk dari seseorang yang menanyakan keadaanku setelah gempa.. Bukan seseorang yang kuharapkan..

16 Responses to Tutup Pintunya Beberapa Saat, Lalu Bukalah Lebar2..

  1. essajiwa says:

    “Bukan seseorang yang kuharapkan.. ”

    Emang siapa tanteee yang lo harapkan…??? hihihihi..:p

  2. Vinna says:

    formulir ambil k indosat? mo migrasi nomer ke pasca bayar ya, sa? bolehhh.. xixixi..😛

  3. essajiwa says:

    waduh salah nih nyebut merek.. :p

  4. mawi wijna says:

    hiii…jadi sebegitunya toh mbak? Coba dengerin lagu Remedy atao Kaze ga Fuku Hi nya Maaya Sakamoto, pahami arti liriknya, ada banyak tuh mp3 dan liriknya di internet. Ayo mbak, semangat! Batu-batu masih menunggu!

  5. Gandi Wibowo says:

    I’m free – souljah

    ‘Is it love that I’m feeling’, dia berkata
    Hanyalah dia yang tau semua jawabnya
    Dia tetap melanjutkan kehidupannya
    Tetap menjadi seorang gadis yang ceria

  6. essajiwa says:

    Baka onnaaaaa..

  7. Kemudian lantunan lagu September Ceria terdengar dari HP-ku, panggilan masuk dari seseorang yang menanyakan keadaanku setelah gempa.. Bukan seseorang yang kuharapkan..

    Boleh berpendapat mba? Seseorang tadi sudah mengambil spekulasi yang sangat besar dengan mencoba mengetahui kabar dari orang yang dikasihinya, yaitu njenengan. walaupun dia sangat tahu bahwa dia tidak njenengan harapkan, mungkin. sepertinya hidup akan terasa bahagia jika dihabiskan bersama orang2 yang mencintai kita, bukan dengan orang2 yang kita cintai, walaupun jika dilakukan secara bersamaan akan sangat lebih baik.

  8. essajiwa says:

    Haha hei baka onna.. i found this poem, mungkin lo pernah baca? Ah tapi gw coba posting lagi deh nih:

    Cinta yang sebenarnya adalah ketika kamu
    menitikan air mata dan masih peduli terhadapnya,
    adalah ketika dia tidak memperdulikanmu dan
    kamu masih menunggunya dengan setia.

    Adalah ketika dia mulai mencintai orang lain dan
    kamu masih bisa tersenyum dan berkata
    ” aku turut berbahagia untukmu ”

    Apabila cinta tidak bertemu bebaskan dirimu,
    biarkan hatimu kembali ke alam bebas lagi.
    kau mungkin menyadari, bahwa kamu menemukan
    cinta dan kehilangannya, tapi ketika cinta itu mati
    kamu tidak perlu mati bersama cinta itu.

    Orang yang bahagia bukanlah mereka yang selalu
    mendapatkan keinginannya, melainkan mereka
    yang tetap bangkit ketika mereka jatuh, entah
    bagaimana dalam perjalanan kehidupan.

    Kamu belajar lebih banyak tentang dirimu sendiri
    dan menyadari bahwa penyesalan tidak
    seharusnya ada, cintamu akan tetap di hatinya
    sebagai penghargaan abadi atas pilihan-pilihan hidup
    yang telah kau buat.

    Teman sejati, mengerti ketika kamu berkata ” aku
    lupa ….”
    menunggu selamanya ketika kamu berkata ”
    tunggu sebentar ”
    tetap tinggal ketika kamu berkata ” tinggalkan aku
    sendiri ”
    membuka pintu meski kamu belum mengetuk dan
    belum berkata ” bolehkah saya masuk ? ”

    Mencintai juga bukanlah bagaimana kamu
    melupakan dia bila ia berbuat kesalahan,
    melainkan bagaimana kamu memaafkan.
    Bukanlah bagaimana kamu mendengarkan,
    melainkan bagaimana kamu mengerti.
    Bukanlah apa yang kamu lihat, melainkan apa
    yang kamu rasa,
    Bukanlah bagaimana kamu melepaskan melainkan
    bagaimana kamu bertahan.

    Kahlil gibran

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: