Masih (Bisa) Kah Keadilan Diandalkan?

This is for the happening..

Manusia, tak bisa disangkal adalah makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna. Manusia memiliki indera yg lengkap, diberikan akal untuk berpikir, mempunyai kemampuan untuk beremosi, dan yang paling penting, manusia dibekali sebuah filtrasi yang bernama hati nurani / suara hati yang seringkali qta abaikan.

Dengan segala kelengkapan2 manusia itu, kenapa ya tingkat konflik antar manusia masih juga tinggi? Kenapa rasa ketidakpuasan itu masih juga ada untuk menjadi pemicu dari masalah & keserakahan? Mengapa qta masih saling memaksakan kehendak? Mengapa qta masih juga sulit untuk bersyukur atas semua kemurahan & kemudahan Tuhan kepada hidup qta? Kenapa qta seringkali melupakan kebaikan & lebih mudah mengingat kesalahan orang lain? Kenapa masih juga ada fitnah2 di antara makhluk2 tertinggi ciptaan Tuhan ini? Kenapa qta masih juga mudah menelan bulat2 sebuah fitnah sebelum mengetahui apa yang sebenarnya terjadi? Mengapa ada begitu banyak tindakan yang dilakukan tanpa menghiraukan filtrasi yang qta miliki? Mengapa masih juga sulit untuk mengakui kesalahan, meminta maaf & menerima resiko dari kesalahan qta dengan hati yang besar dan kesadaran penuh? Suatu tindakan yang hanya bisa dilakukan oleh manusia.

Di antara setiap jengkal kompleksitas manusia, lantas masih mungkinkah keadilan diberikan oleh manusia kepada manusia lainnya? Masih bisakah manusia mengandalkan keadilan dari suatu proses yang dilaksanakan oleh manusia2 lainnya?

Tuhan Yang Maha Adil & Maha Mengetahui, terangkanlah kebenaran & gelapkanlah segala fitnah di antara kami semua. Amin.

4 Responses to Masih (Bisa) Kah Keadilan Diandalkan?

  1. mawi wijna says:

    “Manusia, tak bisa disangkal adalah makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna.”

    Dari sini aja udah bingung kok. Emang sempurna menurut siapa? Manusia kah atau Tuhan kah? Katanya ndak ada yg sempurna selain Tuhan?

    Mungkin manusia itu disebut sempurna karena punya akal-pikiran, tapi justru akal-pikiran itu yang bisa menciptakan baik dan buruk. Itu ciptaan Tuhan lho.

    • Vinna says:

      yg sempurna tntu aja Tuhan, tp aku kan menyebut manusia itu makhluk ciptaan Tuhan yg plg sempurna, jd ga bs disamain sempurna-nya pencipta & ciptaannya..

      sempurna mnurutku pastinya, krn punya akal u/ bpikir & suara hati u/ mengendalikan tindakan.. mslh baik & buruk itu tergantung dr apakah akal & suara hati-nya berfungsi atau ngga..

  2. Gandi Wibowo says:

    Allahuma aamiin.
    Gusti Ora sare alias Tuhan gak tidur kok dav.

    Mengakui kesalahan dan minta maaf emang susah, apalagi kalo gak tau kesalahannya dimana, gara2 filtrasi salah-benernya di abaiin.
    Apalagi nerima semua resikonya, wah ini lebih susah lagi dav. terutama kalo ego ama “seneng dunia”-nya tinggi, dan kayaknya ini yang terjadi ya?

    ANW ambil hikmahnya aja, lu jadi dikenal ama pers😀

    @Wijna: paling sempurna kan gak berarti sempurna mas…

    • Vinna says:

      dikenal pers krn mslh bukan hikmah namanya, walopun itu bukan mslh gw jg..

      dan gw jg ga tau alasan apa yg jd pemicu seseorg bs ngelakuin fitnah yg kejam bgt, bs jd emng pemicu-nya spt yg lo blg, ego..

      smoga smuanya bs cpt slesai dgn adil!! amin..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: