The Incidental

It’s just the little things, the incidentals
It’s like you wouldn’t even notice when you really turn me on
It’s the little sparks that fly and then land like dynamite
It’s just, it’s just the simple things, pure incidentals
It’s like staying up til midnight and talking about absolutely nothing
It’s the thought that it’ll always be as wild as I expect it to be
You know it’s la la la la love
When you dream a monster just swallowed you up and you don’t wanna be saved
And I am crazy about you babe
You satisfy me in so many ways, so many ways

But it’s just the little things, the incidentals
It’s like you wouldn’t even notice when you were really turning me on
It’s those little sparks that fly and then land like dynamite
It’s just, it’s just the simple things, pure incidentals
It’s like breathing on the back of my neck and making me feel weak inside
It’s no, no matter how scared, how scared I am
I know I’ll be safe tonight

 

Tulisan di atas ini bukan tulisan gw, ini adalah lirik lagu The Incidental yang dinyanyikan oleh Alisha’s Attic di tahun 1998, kira2 saat gw kelas 3 SMP. *Hehe.. Waktu muda dulu.. :P* Kenapa gw nulis lirik ini setelah lewat kurang lebih 10 tahun? Well, yang jelas bukan untuk mengenang masa2 kelas 3 SMP dulu.

Sejak hari Sabtu (6/06/09) alias malam minggu kemarin, tiba2 gw ga bisa berhenti menyenandungkan lagu ini, padahal gw ga habis dengar lagu ini di manapun. Dan bagian lirik yang paling sering gw ulang adalah kata2 yang gw cetak tebal alias bold. Gw akan cerita kenapa tiba2 lagu ini mondar mandir di kepala gw. Seperti yang tersurat jelas di lirik lagunya, lagu ini bercerita tentang cinta yang datang tiba2, yang mulanya cuma percikan api dan akhirnya meledak seperti dinamit. Dan kira2 inilah yang gw rasakan belakangan ini. Tapi, gw ga dengan cepat mengambil kesimpulan bahwa gw sedang jatuh cinta. I’m fighting it. Kenapa gw melawan? Well, walaupun gw juga ga tau apa yang laki2 itu rasakan tentang gw, somehow, gw merasa klo ini bukanlah waktu yang tepat. Bukan waktu yang tepat untuk suatu pengungkapan ataupun sebuah awal baru.

Hmmm.. Jadi, untuk sementara waktu ini sepertinya gw lebih memilih untuk memutar lagu ini lebih sering lagi dan lagi..

4 Responses to The Incidental

  1. essajiwa says:

    komen bentar sebelum berangkat kuliah ah..

    “wew.. classy jatuh cinta..”

    *ntar komennya dilanjut lagi.. see ya ;p

  2. wijna says:

    Melawan nafsu dan emosi bercinta? Tapi proses bisa jadi seperti itu juga ndak insidental kan? hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: