YK 2009 Trip Day 2 – 20/04/09

Hari kedua!! Setelah tidur pulas banget karena kecapekan di hari pertama, hari ini gw akan melanjutkan perjalanan gw bareng Tante Santi dan Mas Aging. Tujuan hari kedua ini adalah candi2 di sekitar Prambanan. Berangkat dari rumah di Sleman dan berbekal petunjuk dari web-nya seorang teman sesama pencari batu yaitu Maw, kami bertiga menuju ke arah Prambanan dengan rute candi sebagai berikut: Candi Kedulan – Candi Gana – Candi Merak – Candi Sojiwan – Candi Kadisoka.Kunjungan pembuka kami adalah Candi Kedulan yang terletak di Dusun Kedulan, Kelurahan Tirtomani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Detail untuk mencapai lokasi candi ini bisa diklik di sini. Sewaktu gw datang ke sini, gw cuma bisa melihat cerukan tanah yang persis empang. Yeup! Candinya tenggelam karena bulan April ini masih dalam kategori musim hujan. Huhuhu.. Gw miris banget melihat nasib candi yang tenggelam ini, seperti bertolak belakang dengan nasibnya di saat mereka masih dipuja-puji sebagai tempat suci oleh umat Hindu zaman dahulu. Kepada pemerintah dan siapapun yang merasa terkait tentang hal ini: Please… They deserve an appropriate preservation!! Huhh.. Rasanya mo marah aja melihat pembangunan2 yang sifatnya komersil itu bisa cepat banget dapat suntikan dana dari donatur2, tapi giliran perawatan dan pengembangan untuk hal2 yang bersifat sejarah budaya seperti ini koq susah banget. Gw akuin sih klo gw juga ga bisa bertindak banyak untuk hal ini, gw cuma bisa mensosialisasikan kecintaan gw akan indahnya candi dan sejarah Indonesia di masa lalu melalui cerita2 gw dari mulut ke mulut. Tapi kenapa sih susah banget untuk memberikan sedikit aja perhatian dan penghargaan lebih untuk bukti2 peninggalan sejarah bangsa kita yang luar biasa ini?? Indonesia is one of a kind. Coba lihat deh negeri2 tetangga kita yang peninggalan sejarahnya miskin dan ga sebanyak kita. Seharusnya kan peninggalan2 sejarah ini bisa dijadikan keunikan tersendiri dari Indonesia, ga harus meniru Singapore dengan pembangunan mall di sana-sini. Ayo dunk semuanya, “Kenali negerimu, cintai negerimu”. Karena klo udah kenal, dijamin bakal mudah deh untuk jatuh cinta. *Agak emosi sepertinya gw.. Hiks.. :(*

Kembali ke pembahasan perihal Candi Kedulan, menurut sumber dari internet, candi ini ditemukan pada tahun 1993 oleh para penambang pasir ketika sedang menggali pasir. Candi ini terkubur pada kedalaman 7 meter dari permukaan tanah. Dari hasil penelitian geologi, diketahui bahwa ada 13 lapisan tanah yang mengubur candi ini dan beberapa di antaranya adalah endapan lahar. Sehingga bisa disimpulkan bahwa lahar yang mengubur candi ini berasal dari 13 kali letusan Gunung Merapi. Candi Kedulan menghadap ke timur dengan 1 buah candi induk dan 3 buah candi perwara.

Candi Kedulan yang tenggelam

Candi Kedulan yang tenggelam

bebatuan candi yang tenggelam

bebatuan candi yang tenggelam

Melihat keadaan Candi Kedulan yang memprihatinkan membuat Tante Santi mengajak gw untuk beranjak mengunjungi candi2 berikutnya. Jadi pergilah kami bertiga menuju tujuan selanjutnya, Candi Gana. Candi Gana terletak di Dukuh Bener, Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Lagi-lagi cara untuk bisa sampai ke lokasi ini gw rujuk dari sini. Walaupun sudah membekali diri dengan petunjuk jalan, nyatanya tetap aja kami bertiga kesasar di pemukiman penduduk. Alhasil gw harus turun dari mobil berpanas2an dan bertanya ke sebuah rumah yang saat itu pemiliknya sedang menjemur pakaian. Begitu gw tanyakan lokasi Candi Gana, si ibu ini bingung. Katanya: “Candi Gana? Ndak tau, Mbak. Kayaknya ndak ada.” *He?? Koq bisa ga ada? Lantas si Maw nemu candi ini dimana??* Lalu si ibu ini bertanya, “Memangnya di desa mana, Mbak?” Dan gw jawablah dengan lengkap beserta kecamatannya sekalian. Dan kata2 si ibu berikutnya cukup bikin gw kaget, “Oh!! Candi Asu kali ya!!”. Dan teriakan si ibu ini akhirnya cukup keras untuk bikin tetangga di depan rumahnya keluar dan bergabung dengan kami. Jadilah 2 orang ibu2 ini meyakinkan gw bahwa Candi Gana yang gw maksud itu dikenal sebagai Candi Asu oleh penduduk sekitar.

Singkat cerita, akhirnya sampailah kami di Candi Gana. Sesampainya di lokasi, yang gw lihat cuma kumpulan susunan batu2 andesit. Hanya bagian kaki dan tangga candi yang terlihat jelas dengan relief yang sangat minim. Gw cuma bisa bertanya sedikit kepada penjaga candi karena saat itu beliau sedang makan siang. Menurut informasinya, candi ini sudah tidak bisa direkonstruksi lagi karena banyak batu2 yang hilang dan pengaruh seringnya gempa yang terjadi di Yogyakarta, dan hasil penyusunan yang saat ini gw lihat adalah hasil rekonstruksi yang maksimal. Ga tau kenapa hari kedua ini sepertinya koq gw agak sedikit emosionil ya, karena lagi2 setelah mendengar penjelasan dari si bapak, gw tiba2 merasa sedih dan prihatin dengan keadaan candi ini yang akhirnya cuma bisa jadi onggokan batu tanpa makna. Menurut penjelasan yang ada di web-nya si Maw, candi ini merupakan candi berlatar belakang agama Buddha dengan adanya stupa di halaman candi. Candi ini juga termasuk dari 4 candi yang mengelilingi Candi Sewu yang berada di sebelah timurnya.

Candi Gana

Candi Gana

stupa di halaman candi

stupa di halaman candi

sepertinya relief ini penyebab kenapa candi ini disebut Candi Asu oleh penduduk sekitar

sepertinya relief ini penyebab kenapa candi ini disebut Candi Asu oleh penduduk sekitar

Lanjut!! Candi berikutnya yang akan kami sambangi adalah Candi Merak, dan petunjuk jalannya bisa dilihat detail di sini. Candi Merak ini sukses berat bikin kami bertiga nyasar jauh dari patokan awal yaitu Kantor Kecamatan Karangnongko di Klaten. Tapi ga apa2, nyasar ternyata ada hikmahnya karena kami bertiga bisa melewati pemandangan indah yaitu hamparan sawah hijau yang ada di kanan kiri jalan dengan lukisan bukit2 sebagai latar belakangnya. Setelah 2 kali bertanya arah ke tukang ayam keliling dan tukang bakso, akhirnya kami tiba juga di lokasi. Candi Merak berada di Desa Karangnongko, Kecamatan Karangnongko, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Candi ini merupakan candi Hindu dengan 3 buah candi perwara, arca Ganesha, arca Durga dan yoni tanpa lingga. Arca Durga di candi induk ini terlihat sedang menaiki sapi, sedangkan pada yoni terdapat relief binatang sapi, kura2 dan ular. *Hmmm.. Relief yang ada di yoni koq sepertinya familiar banget, pernah gw liat dimana ya?* Menurut papan informasi, candi ini bangun sekitar abad ke 9-10 Masehi oleh keluarga Kerajaan Mataram Kuna dan mulai dipugar pada tahun 1925 oleh Dinas Purbakala.

Candi Merak

Candi Merak

yoni tanpa lingga

arca Durga menaiki sapi

Candi yang beruntung untuk kami kunjungi berikutnya adalah Candi Sojiwan. Lagi2 kali ini masih merunut catatan berisi petunjuk jalan yang gw catat dari sini. Candi ini terletak di Desa Kebon Dalem Kidul, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Sebenarnya tujuan gw mengunjungi candi ini bukan cuma untuk memuaskan hasrat terpendam terhadap bebatuan, tapi juga untuk meninjau lokasi karena di candi inilah teman2 pencinta candi akan kopi darat besok.😛 Seperti yang diduga, kami pun kesasar jauh (lagi) sampai ke jalanan yang menuju Candi Barong dan bisa menemukan letak candi ini setelah bertanya kepada seorang anak kecil dan kumpulan bapak2 yang lagi ngobrol di pinggir jalan.Begitu sampai di lokasi, ternyata candi ini sedang dipugar oleh banyak sekali pekerja, dan seperti candi2 lain yang sedang dipugar, lokasi ini pun sedang dipasang tiang pancang yang menurut Maw, tiang pancang yang berbentuk segitiga ini fungsinya adalah untuk menaikkan atau mengembalikan posisi2 batu dengan menggunakan tali. Dan ternyata ukuran candi ini cukup besar, sepertinya klo candi ini sudah selesai dipugar bentuknya akan mirip dengan Candi Mendut. Sayangnya ga lama setelah kami turun dari mobil, hujan langsung turun. Jadilah kami ga bisa berlama2 di sana dan cuma bisa potrat-potret secukupnya. Menurut sebuah sumber di internet, candi ini ditemukan pada tahun 1813 oleh Kolonel Colin Mackenzie, seorang penjelajah asing. Candi Sojiwan yang merupakan candi agama Buddha ini dibangun dalam kurun waktu yang bersamaan dengan Candi Plaosan, yaitu pada abad ke 9 Masehi. Dengan keadaan sekitar candi yang dipenuhi oleh para pekerja, gw kesulitan memperhatikan relief2 yang ada pada dinding candi. Padahal dari sumber yang sama di internet, di kaki candi ini terdapat 20 relief Pancatantra atau Jataka yang adalah cerita fabel dari India.Candi Sojiwan

candi induknya lagi dipugar

Akhirnya tibalah saatnya beranjak ke lokasi terakhir yaitu Candi Kadisoka. Menurut petunjuk jalan, untuk menuju ke candi ini ancer2nya adalah Candi Sambisari. Jadi kami harus muter balik lagi untuk berbelok ke jalan yang mengarah ke Candi Sambisari. Gw ga tau kenapa ya, koq perjalanan hari kedua ini semua tujuannya dipenuhi dengan bumbu2 kesasar dan yeup!, kami kesasar lagi dan harus bertanya kepada 3 orang sebelum bisa sampai ke tujuan. Setelah menemukan pemancingan yang dijadikan patokan, kami bertiga ternyata harus melewati empang2 pemancingan untuk ke lokasi. Begitu tiba di lokasi Candi Kadisoka, ternyata pagarnya ditutup. Melihat pagar yang cuma dililit kawat, Mas Aging beraksi nekad membuka lilitan kawatnya supaya kami bertiga bisa masuk.

Setelah masuk, gw terpana melihat kondisi candi ini. Candinya baru saja ditemukan dan masih dalam proses ekskavasi!! Yay!! Ini pertama kalinya gw melihat candi yang sedang dalam proses ekskavasi. Bagaimana gw bisa tau klo candi ini sedang dalam proses penggalian kembali? Karena kaki candinya masih ada di bawah tanah dan lubang2 kotak galian ada dimana2. Berhubung ga ada papan informasi dan penjaga candi, gw ga bisa dapat informasi apapun mengenai candi yang baru ditemukan ini. Gw cuma bisa berdoa agar proses ekskavasinya berjalan lancar, supaya hasil penelitiannya bisa kita nikmati segera. Amin.😀

kaki candi yang masih terkubur tanah

kaki candi yang masih terkubur tanah

lubang2 galian

lubang2 galian

Candi Kadisoka akhirnya menjadi penutup perjalanan gw di hari kedua ini. Dan melihat betapa seringnya kami bertiga salah arah, jadilah gw ambil kesimpulan klo tema perjalanan hari ini adalah Get Lost alias Nyasar.😀 *Ini sebenernya siapa yang salah ya? Yang baca petunjuk jalan atau yang ngasih petunjuk jalan ya?? Hehe.. Piss, Maw.. :P* Anyway, menjadi bagian dari kelima candi ini bener2 bikin gw bangga menjadi WNI dan bangga bisa menjadi saksi dari kemegahan peradaban bangsa kita zaman dahulu. Semoga masyarakat Indonesia bisa menjadi bangsa yang mampu menghargai dan menghormati sejarah bangsa sendiri. Amin. Dan sekarang marilah kita istirahat.😀

Filed under fUn Tagged with

9 Responses to YK 2009 Trip Day 2 – 20/04/09

  1. wijna says:

    ke candi tanpa kesasar kurang nikmat rasanya, wekekekek…

  2. Gandi Wibowo says:

    Hmmm… pas baca jadi serasa ngikut tripnya,jadi ikut Cape.
    Soalnya jari telunjuk kanan Gw tiba2 ikut cape (Gulung Scroll mulu)

    Semoga masyarakat Indonesia bisa menjadi bangsa yang mampu menghargai dan menghormati sejarah bangsa sendiri

    Kayaknya udah deh, yang kurang itu mengambil pelajaran dari sejarah bangsanya…

  3. nu abdi says:

    “Kepada pemerintah dan siapapun yang merasa terkait tentang hal ini: Please… They deserve an appropriate preservation!! ”

    mungkin kalo candi2 ini bisa “menghasilkan” spt borobudur akankah pemerintah berpikir lain?
    tanya siapa….
    hehehhe

    tulisan lo bagus, knp ga coba kirim ke majalah/koran? biar bisa lebih banyak org2 yang tau mengenai candi2 dan sejarah yang terkandung di dalamnya🙂

    keep on writing

  4. Gandi Wibowo says:

    mana yang hari ketiganya? kok gak muncul2? katanya lebih sedikit dari ini..
    @nu abdi:

    tulisan lo bagus, knp ga coba kirim ke majalah/koran? biar bisa lebih banyak org2 yang tau mengenai candi2 dan sejarah yang terkandung di dalamnya

    kayaknya sih gak brani dia mas takut ditolak ma reviewernya.. :))

    **Aduh.. ditakol pake batu candi, Kaboooor ah…

  5. refanidea says:

    davinna.. gw besar di Jogja. tapi gw cuma tahu Jogja punya Candi Sambisari dan Candi Boko. Candi Prambanan tahu juga, tapi punya Jawa Tengah. Kok lo bisa tahu bahwa buaaanyak candi di Jogja sih. Hebat…

  6. awi says:

    mbak, kl ke jogja lg ajakin aku ya? aku jg suka datangi candi2.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: