Being Single..

“Masih single? Masa sih?”

“Koq betah sih jadi jomblo?”

“Single atau ga laku?”

“Kenapa sih Mba, koq nyarinya candi? Kenapa ga nyari suami?”

Kira2 inilah pertanyaan2 serupa yang belakangan ini sering banget gw dengar dari orang2 di sekeliling gw. Emangnya ada apa sih dengan status sendiri atau jomblo atau single atau ga punya pacar atau sebutan2 lainnya yang berarti sedang sendirian aja? Ada yang salah ya dengan status2 itu? Emangnya kenapa saat seseorang memilih untuk sendirian dulu? Apa salah klo seseorang sedang menikmati perjalanan hidupnya sendirian tanpa seorang pacar atau kekasih atau teman hidup atau apapun sebutan2 sejenis?

Jujur aja, saat ini adalah saat2 dimana gw sedang benar2 menikmati semua perjalanan hidup gw sendirian. Lepas dari semua alasan yang melatarbelakangi kenapa gw memutuskan untuk sendiri dulu, gw sangat enjoy dengan keadaan gw sekarang. Karena di saat2 seperti inilah gw menemukan banyak hal yang ternyata harus gw dahulukan daripada urusan2 hati. Karena jujur gw akui bahwa beberapa tahun belakangan ini, urusan2 hati cuma membuang2 energi dan waktu gw dengan percuma.

Lagipula menurut gw, status itu bukanlah suatu ukuran yang mempengaruhi image diri kita sendiri di mata orang lain. Emangnya sejak kapan sih status seseorang bisa dijadiin patokan mutlak tentang perilaku ataupun kedewasaannya? Apalagi klo mengejar status demi sebuah anggapan laku ataupun ga laku, ataupun demi hilangnya sebutan perawan tua di mata publik. Edan!! Emangnya diri kita ini barang dagangan apa? Emangnya keyakinan kita untuk menikah bisa tumbuh pada setiap orang yang kita temui? Dan klo misalnya nanti terjadi sesuatu yang buruk pada keputusan kita, emangnya publik mau bertanggung jawab karena di masa lalu telah ikut andil dalam mendesak kita, kaum wanita khususnya, untuk segera mengakhiri masa lajangnya karena sebutan2 yang ga enak didengar?

Terus terang ya, gw kadang suka dongkol sendiri klo baca status teman2 di FB dan YM yang isinya adalah meratapi dan mengeluhkan betapa malangnya nasib mereka karena sedang tidak punya pasangan. Emangnya ga punya pasangan semenyedihkan itu ya? Emangnya mereka ga bisa mengalihkan pikiran2 mereka ke hal2 yang lebih bermanfaat daripada cuma memusingkan masalah hati atau cinta2an? Kenapa juga ga bisa melihat kesendirian sebagai hal positif untuk meningkatkan kualitas diri sendiri yang mungkin ga bisa dilakukan saat sedang punya pasangan. Gw sendiri ngerasa bersyukur dengan kesendirian gw ini, karena gw jadi bisa ngasih waktu & materi untuk ngebahagiain nyokap gw yg belum tentu bisa gw lakuin di saat gw punya pasangan karena gw terlalu sibuk ma pasangan gw. Lagian ya, emangnya ada jaminan bahwa dengan mempunyai pasangan lantas kita akan bahagia? Hari gini koq masih menggantungkan kebahagiaan kita kepada orang lain.

Hehe.. Tulisan gw terkesan seperti love-haters ya? Ngga koq, gw ga membenci cinta atau lembaga pernikahan, dan gw juga ga tergabung dalam komunitas anti cinta atau sejenisnya. Gw cuma sedang menemukan banyak hal yang menarik selain percintaan antara pria dan wanita. Misalnya? Misalnya candi. *Hehe.. I found them more interesting lately.. :P* Ya ini bisa aja disamain ma hobi atau minat, dan fokus ma hobi kan memang selalu menyenangkan. Fokus ma sesuatu yang menarik juga ampuh banget koq buat ngusir rasa kesepian gw di saat teman2 gw lagi berasyik masyuk ma pasangan mereka, ataupun di saat nyokap gw tercinta lagi seru2an ma teman2 sekolahnya dulu dan kucing2 gw lagi pada kelayapan keluar rumah. *Sigh..*

Lagipula, most of the times, gw selalu kehilangan diri gw sendiri saat gw sedang terikat hubungan dengan seseorang. Mungkin gw cuma belum menemukan laki2 yang tepat untuk jadi partner gw, partner yang bisa membawa banyak hal positif untuk diri gw sendiri, keluarga gw dan hubungan itu sendiri, bukan cuma untuk menambah dosa dan buang2 waktu dan energi untuk hal2 yang ga perlu. Jadi, bagi orang2 di sekeliling gw yang sudah, masih dan akan menanyakan hal2 serupa seperti kutipan2 di awal tulisan ini, gw cuma bisa jawab: “In time, mohon doanya aja.. :D”