Ancient World Connects Us..

I believe every human being is the citizen of the world.

We share the same earth for living. We share every history made by our ancestors. We share the similarity in the details of ancient structures. Somehow, we are always connected.

image

Clockwise: Pyramid of the Sun (Mexico), Pyramid Giza (Egypt), Sukuh Temple (Indonesia), Koh Ker (Cambodia), Chichen Itza (Mexico)

*) Pictures taken randomly from Google Image.

Commitment in Love-Hate Relationship..

image

Ngeblog dengan konsisten itu salah satu bentuk komitmen. Dan jelas itu bukan gw. I got this love-hate relationship with my main blog, 212 Notes.

Semacam merasa bahwa 212 Notes itu adalah buku harian lama gw. Semacam merasa kalau 212 Notes bukanlah gw yang sekarang.

Bikin blog baru kerap terlintas. Apa sih susahnya bikin blog baru? Gratis ini.

Tapi tiap kali keinginan itu lewat, gw ngerasa sayang, susah move on. Kalau gw bikin blog baru, 212 Notes pasti terabaikan. *Yah, sekarang juga emang udah terabaikan kali, Vin..* Terus, kalau udah punya blog baru, emang yakin bakal ngeblog dengan rutin? Ga yakin sih.. :D

Terus gimana? Mbuh.. I haven’t decide anything yet.

Yah, siapa tau dengan postingan ini, hubungan gw & blog ini membaik & mesra seperti sedia kala. *Pacantel..*

Eh iya, melunasi hutang atau tunggakan itu juga komitmen loh.

Commitment: easy to make, hard to keep.

Saat Senang Terasa Salah..

*hela nafas*

Gw harus akui, jadi ibu itu berat. Ga bermaksud mengeluh, cuma sedang jujur klo ini yang gw rasakan.

Dria adalah berkah & anugerah. Setelah kelahirannya, pilihan apapun tanpa Dria selalu terlihat ga benar. Some called it responsibility, others called it burden. 

Walau berusaha untuk selalu positif, gw juga melewati masa-masa ketika jenuh terasa seperti tembok persis di depan mata. Ada kala ketika hati kecil gw cuma ingin teriak bahwa gw kangen kehidupan gw yang dulu: hangouts, kumpul dengan komunitas, & a lot of traveling. I want my routine break!But then it feels so wrong. :(

Persis di puncak rasa jenuh itu, ketika rencana-rencana untuk menyenangkan diri sendiri sedang disusun, gw disentil. Kata dokter sewaktu imunisasi: kenaikan berat badan Dria ga maksimal. Garis kurva pertumbuhannya kurang ok. DANG!! 

Denial & excuses seketika memenuhi pikiran gw:

“Habisnya Dria sekarang lebih suka main.”

“Klo lagi nen, Dria gampang keganggu oleh suara & lampu.”

“Gw kan ga kerja, sudah menerapkan menyusui sesuka bayi.”

Bla bla bla bla bla..

Setelah itu yang datang adalah rasa bersalah. Koq bisa-bisanya gw yang secara sadar memilih untuk fokus merawat anak, justru malah ga becus untuk fokus pada pertumbuhan anak. Koq bisa-bisanya gw kepikiran semua hal, kecuali anak gw. I feel stupid.


It took a while to pull myself together. Gw teringat alasan kenapa dulu gw secara sadar memilih untuk berhenti kerja: karena prioritas gw berubah. Dria adalah prioritas gw sekarang. Setiap prioritas perlu sesuatu yang harus dikorbankan, jadi kalau sesekali gw bisa kumpul dengan teman-teman, nyalon tanpa terburu-buru, & melepas rindu dengan candi, maka itu adalah bonus.

I really should keep these in mind. Mencium harumnya rambut Dria seusai memandikannya. Meredakan tangisan Dria setiap akan pakai baju. Tidur dengan posisi seadanya karena tiap malam gw hampir selalu dipepet Dria. Banyak terhenti sewaktu menulis blog karena Dria tiba-tiba terbangun. — Hal-hal ini, bagaimana pun juga, membahagiakan. :)

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.