Tak ada seorang pun di sana ketika ku bercermin. Tak ada aku di sana. Hanya ada biasan sinar matahari merah ciptakan sebuah bayangan di sudut tempat tidur kecilku. Itu aku. Duduk tertunduk seakan lelah untuk berdiri.
Aku tak melihat esok di telapak tanganku. Aku juga tak melihat kita di telapak tanganmu. Apakah itu artinya tak ada masa depan bagi kita? Sungguh-sungguh tak ada? Jika tak ada yang tersisa untuk sebuah kata ‘Kita’, lantas mengapa kau masih di sini?
Di sisian-sisian labirin ingatanku.
Di sudut-sudut kota maha indah yang mereka sebut Yogyakarta.
Di kamar-kamar tempat kita mencumbui dosa.
Di sela-sela bekas aroma parfummu di kulitku.
Di tetesan-tetesan air mata keruhku.
Di imbuhan-imbuhan pilihan kata-kataku.
Di tempelan-tempelan wajah yang menghiasi meja kerjaku.
Oh bahkan di putaran-putaran acak sebuah pemutar lagu bernama iPod.
Lantas dimanakah tempat bersembunyi? Masih adakah ruang di balik punggung Tuhan untuk berlari darimu, dosa terindahku? Masih adakah tempat di belakang sebuah botol obat tidur untuk membuatmu tak ada di mimpi-mimpi terliarku? Tak bisakah dirimu tak ada dimana pun di partikel terkecil seorang aku?
Muak; Marah; dan Bosan. Aku ragu mereka benar-benar ada. Semu ku lihat mereka menjelma menjadi rasa dari akar sebuah keputusasaanku. Muak; Marah; dan Bosan, mereka itu tak pernah ada!! Mereka yang seakan tak pernah mampu menyentuhmu.
Entah bagaimana rasanya; Entah seperti apa jika. Entah bagaimana rasanya menjadikan mereka nyata:
Muak kepadamu.
Marah kepadamu.
Lalu bosan kepadamu.
Bahkan ketika yang kukatakan yaitu “Aku membencimu.”, yang terdengar oleh hatiku adalah “Aku mencintaimu.”


arman
02/03/2010
benci ama cinta emang beda tipis sih. hehe.
Wempi
03/03/2010
benci, benar-benar cinta…
AeArc
04/03/2010
cinta mang ga da matinya
Hariez
05/03/2010
terkadang rasa cinta yang sangat terlahir dari rasa benci lho
-salam hangat-
yos
08/03/2010
waktu baca dari atas tak kirain ngomongin apaan tadi
setelah nyampai kalimat terakhir ternyata
UUC (Ujung-Ujungnya Cinta) hehehehe…
rizal
10/03/2010
wahh cinta……
mandor tempe
10/03/2010
sedang diujung pilihan ya, mari beraktifitas lebih banyak saja, kurangi memikirkan dia sejenak agar ketika berpikir bisa lebih jernih dalam mengambil keputusan.
quinie
10/03/2010
gokilll.. keren amat pemilihan kata2 lu. btw, kemaren gimanah tugas ke solonya? ketemu ama zia N triunt yak?
Triunt
12/03/2010
Mbak Quiniee…. tau ajah…
@mbak Vinna : Cie cie..speechless sama kata2nya
zulhaq
15/03/2010
cinta oh cinta….
terlampau ribet tuk memahaminya
tuxlin
17/03/2010
kadang mulut dan hati emang gak sejalan.. apalagi urusan cinta,hehehe.. salam kenal
LIA-DUBIDAMM
04/06/2010
..BENCI N CINTA SETIPIS KULIT BAWANG.. SAMA SPT TULISAN VINA, BE POSITIVE THINKING N MENGHIBUR DIRI SENDIRI..SANGAAT TIPIS.. BAGUS, VIN.. AKU SUKA TULISAN MU.. BIKIN BUKU DONK VIN, FULL SUPPORT DWEH..!
sesi
02/09/2010
Salam kenal…1st time baca blogmu…just fall in love w it..keep writing hoping u will be a writer one day…cheers…