Weeks Between Trophy & Farewell..
15/05/2013 Leave a comment
a week before my wedding day, this is what happened:
when i was on my honeymoon, this is what happened:
Football, bloody hell.
… about being classy.
15/05/2013 Leave a comment
a week before my wedding day, this is what happened:
when i was on my honeymoon, this is what happened:
Football, bloody hell.
26/12/2012 3 Comments
Ada banyak oleh-oleh yang gw & calon suami bawa sepulang dari acara sowan & perkenalan bulan November kemarin. Mulai dari lukisan candi Plaosan hasil karya pelukisnya sendiri, mas Maslihar Panjul, sajadah & kerudung dari calon ibu mertua yang baru pulang haji, bantal dari calon kakak ipar hingga banyak cemilan dari keponakan calon suami. Tapi oleh-oleh paling penting yang kami bawa pulang adalah sebuah tanggal yang Insya Allah akan menjadi hari dimana gw & calon suami sah menjadi suami-istri. Aamiin.. ^^
Dan berbekal tanggal yang tinggal hitungan bulan itu, gw pun mulai deg-degan menyusun persiapannya. Dimulai dengan bikin To-Do-List yang asumsinya bakal ngurangin deg-degannya, dan nyatanya salah, si To-Do-List itu malah bikin gw stress bin (nyaris) gila. *lebay*
Tapi serius deh, gw emang jadi stress gila dengan banyak adegan nangis & uring-uringan dalam beberapa minggu ini. Ya sekedar melakukan pembelaan diri, acara ini bener-bener diurus berdua doank (baca: 80% gw & 20% si calon suami).
Selain bikin To-Do-List yang gagal memberikan efek tenang tadi, kami juga bikin rincian budget & schedule pembayaran. Berhubung budget acara ini adalah 100% dana kami pribadi, jadi kami perlu tau di bulan apa kira-kira para tagihan akan bikin info saldo kami jadi ga enak diliat. *walopun sekarang juga belom enak diliat siy*
Udah nyusun budget, emangnya udah ada konsep acara? Nah itulah… Belom. Lebih tepatnya konsep detil sama sekali belum punya, yang ada di kepala adalah kami berencana tidak bikin acara resepsi melainkan syukuran saja setelah akad nikah. Selain pertimbangan dana, gw mau cuma ada orang-orang terdekat di hari istimewa gw. Nope, gw bukan tipe yang akan ngundang teman sekolah mulai TK, SD, SMP, SMA hingga kuliah yang bahkan udah bertahun-tahun ga pernah gw temui & bertukar kabar. So it’s going to be a simple & hopefully chic one!!
Terus gimana deh merealisasikan konsep itu dengan budget yang minim? Nah itulah… Itu yang belom kepikir sama sekali. Produktivitas gw selama beberapa minggu ini cuma googling & nanya ke beberapa teman untuk referensi ini itu. Sedangkan produktivitas si calon suami adalah ngutek-ngutek budget sambil sibuk nenangin gw yang sering nangis & marah secara tiba-tiba. (_ _!!) Dan saking kebanyakan referensi, gw jadi bingung sendiri. “Percayalah, menjadi perfeksionis antisipatif itu ga selalu menguntungkan di setiap momen.” –> ngomong sama diri sendiri.
Jadi terus gimana? Ya ga gimana-gimana. Buat mengalihkan kebingungan makanya meracau di blog aja lah. *hela napas*
20/12/2012 7 Comments
Keputusan gw untuk menikah berawal dari proses. Bukan cuma sebuah, tapi tak terhitung. Keputusan gw untuk menikah berawal dari sebuah perdamaian; perdamaian antara hati & logika, perdamaian antara keadaan & keinginan, perdamaian antara ego diri & sebuah keyakinan kepada Sang Pencipta. Dengan keyakinan inilah gw memulai prosesnya. Bismillah..
Wahai Tuhan Maha Pemberi, berikanlah kami kemudahan dalam niat & proses ini. Jika ini tidak berjalan semudah yang kami harapkan, maka berikanlah kami kekuatan untuk tidak mudah menyerah. Aamiin.
20/08/2012 2 Comments
Lebaran hari pertama kemarin, sama seperti seperti tahun-tahun sebelumnya, gw berkumpul dengan keluarga inti Mama. Bedanya adalah kali ini obrolan gw dengan salah satu sepupu gw bukan lagi soal kerjaan, perjalanan dinas atau isu seputar dunia telekomunikasi. Obrolan kali ini adalah sepakbola.
Sepupu gw tau persis klo gw adalah supporter Manchester United, sedangkan sepupu gw ini seorang supporter The Blues, Chelsea. Kemarin, sepupu gw dengan jersey Chelsea yang dipakainya itu, ‘sibuk’ meyakinkan gw bahwa kegagalan MU di musim lalu harus diterima dengan ikhlas & bersiap untuk mengalami kegagalan yang sama musim ini.
Hell yeah!! Kami pun lalu berdebat mulai dari kedatangan RVP yang rada mengejutkan, kepergian Park ke QPR, masa depan Berbatov, teori uang untuk ‘membeli’ sebuah tropi juara, kasus pemecatan AVB hingga mindset instan seorang Roman Abramovich. It was an emotional but fun conversation, though. Haha!!
Anyway, musim lalu sebenarnya ga terlalu buruk. MU berada di peringkat kedua pada akhir klasemen. Mengingat banyaknya pemain yang cedera di musim lalu, peringkat kedua seharusnya bisa ‘dimengerti’. The thing is, peringkat kedua tetaplah bukan juara, dan yang bikin kondisinya ‘panas’ adalah karena MU harus merelakan gelar juara bertahan ke tetangga sebelah nan berisik, Manchester City, lewat drama selisih gol di akhir pertandingan.
Dini hari nanti, MU akan mengawali laga perdananya di musim 2012-2013 dengan bertandang ke Goodison Park, markas Everton. Dengan ketambahan Kagawa & RVP, kembalinya Vidic dari cedera serta masih adanya Giggs & Scholes, gw yakin gelar juara ke 20 bisa diraih musim ini. Harus!!
Dear MU Haters, terserah deh ya mau menyebut kami glory hunters atau apapun. Tapi kami emang ga puas klo ga dapet gelar juara Premier League ke 20. And yes we are ready for #20!! Glory Glory Man United!! ^^
*gambar diambil dari sini.
15/07/2012 2 Comments
Masih ingat tulisan gw beberapa waktu lalu yang berjudul Lumbini & Lumbini? Lumbini adalah novel istimewa karya mas Kris Budiman. Kenapa istimewa? Istimewa karena entah mengapa gw merasa sangat dekat dengan ceritanya. Gw merasa bahwa ada sebagian diri Ratna di dalam diri gw. Haha!!
Anyway, mas Kris Budiman di tahun 2012 ini sudah mengeluarkan karya terbarunya. Bukan, karya ini bukanlah novel terusan Lumbini yang sebenarnya sangat gw tunggu-tunggu. Buku ini adalah sebuah kumpulan puisi & sketsa, judulnya Relief Kekasih.
Walaupun bukan novel yang gw tunggu, buku kecil ini lagi-lagi datang di saat yang tepat, persis ketika Lumbini tiba di tangan gw dulu. Setelah mengalami beberapa minggu berat yang mematikan rasa & energi, buku Relief Kekasih datang tepat waktu untuk menemani.
Menurut gw, puisi-puisi Relief Kekasih ini sungguh sarat akan rasa rindu. Ada banyak kerinduan yang muncul dari ruang-ruang kosong hati & imajinasi gw setelah membacanya. Selain rindu, ada juga semacam perpaduan rasa antara nelangsa & bahagia. Seperti mendua. Puisi berjudul “Berangkat” adalah kesukaan gw. Puisi inilah yang paling mewakili seluruh rasa tadi, rindu, nelangsa & bahagia.
Lalu sketsanya, sketsanya membawa kerinduan yang dashyat untuk gw. Setiap helai coretannya mampu membuat imajinasi gw berangkat menuju sebuah candi, seperti seakan sedang menyentuh kasarnya bebatuan candi, baik yang berelief maupun tidak. Seperti sedang menyentuh kekasih.
Dan lagi-lagi buku ini, Relief Kekasih, terasa sangat dekat dengan gw. Sendu dan rindu, syahdu.
“Thank you, mas Kris Budiman.” :)