10
Jan
10

Cerpen: Aku Tanpamu & Kamu Tanpaku di Langit..

Pagi itu, kita sarapan bersama ditemani semilir angin perbukitan & kepakan kupu-kupu. Aku mencoba menikmati menu pagiku sambil mendengarkanmu bercerita. Menatapmu sesekali agar kau tak menyadari kealpaan setengah diriku di sana.

Aku diam menatapmu. Menatapmu yang sedang bekerja di depan notebook-mu sambil lagi-lagi bercerita tentang pekerjaanmu. Aku tak bisa mendengar kata-katamu, satu kata pun tak terdengar. Aku tak berada di sana, aku berada di dunia dimana ku tak inginkan kau ada.

Aku lalu pergi ketika matahari mulai tinggi. Menikmati suasana kota, kataku. Kau pun mengiyakan kepergianku sambil bertanya pukul berapa aku akan kembali. Aku hanya bisa mengangkat bahuku lalu berkata, “Aku berangkat.” Ku tutup pintu cepat-cepat. Tapi aku bukan ingin menikmati suasana kota, aku ingin berdua dengan diriku sendiri.

Aku terbangun pada pukul 3 dini hari ketika hujan membasahi bumi dengan derasnya. Aku mematikan TV yang masih menyala karena kebiasaanmu menonton TV hingga terlelap. Aku menatapmu tidur, terpejam dengan nyenyak di sampingku. Lama aku menatapmu.

Lelakiku, tahukah kau mengapa ku tak pernah lagi bisa membalas tatapan matamu? Tahukah kau mengapa seringkali ku kehabisan kata-kata menemanimu bercerita? Tahukah kau mengapa akhir2 ini aku sesekali menghilang untuk menyepi? Dan tahukah kau mengapa aku ingin berlama-lama menatapmu ketika kau terlelap?

Karena ku tak ingin kau tahu bahwa mataku berduka setiap kali melihatmu. Karena ku tak ingin kau mendengar getaran suaraku menahan sendu yang membiru. Karena ku tak ingin kau tahu bahwa seluruh tubuhku merejam sesak bertahan untuk tidak pergi. Karena malam ini mungkin adalah malam terakhirku menatap wajah laki-laki yang kukagumi dalam lelap tidurnya.

Aku menulis sepucuk surat ketika mentari belum terjaga, sebuah surat untukmu.
Lelakiku, andai masa ku genggam dalam asa, aku sungguh memilih untuk tak merasa. Sesapan sesal tiada guna ketika mimpi-mimpi menyapa. Bertanya terus menerus tentang mengapa, mengapa & mengapa. Dosa apa yang kita buat di masa lalu hingga kita harus menyatu tanpa bisa bersatu?
Lelakiku, aku tak bisa menahan luka lagi karena tak berada pada posisi yang tepat. Aku merana menahan logika yang hampir mati ditikam rasa. Tidakkah kau dengar rintihan pilu jiwaku yang tertatih-tatih ketika gagal mencoba melewati ambang amarah entah kepadamu atau pada diriku sendiri? Tidakkah kau lihat bosan pada nuraniku setiap kali ia gagal mengingatkanku untuk berhenti & pergi?
Lelakiku, sebelum tidur tadi aku berdoa kepada Tuhan kita, begini kira-kira bunyinya, “Tuhan, aku memohon kepadaMu, buatlah dia menjauhi & meninggalkanku, karena aku tak pernah sanggup melakukannya. Amin.” Aku berharap Ia mengabulkan permohonanku, bukan hanya untuk kepentinganku tetapi juga untuk kebaikan & kebahagiaanmu. Kebahagiaanmu yang selama hampir 3 tahun ini menjadi prioritas utamaku.
Lelakiku, setiap inci tubuhku menginginkanmu. Tapi kau sungguh harus pergi meninggalkanku dalam duka & menghempaskanku di dunia nyata yang pastilah lara tanpamu. Karena aku tak punya asa & daya untuk pergi darimu. Maka pergilah, kembalilah ke tempat dimana seharusnya kau berada sekarang.
Dan jika kau tak pernah mendengar ini sebelumnya dariku, maka kini ku katakan bahwa aku sungguh sangat mengagumi & mencintaimu penuh di dinding-dinding pikiran & hatiku. Sungguh teramat sangat.
Selamat tinggal lelaki mengagumkan.

Kita berpisah di bandara internasional itu. Aku sisipkan suratku pada tas abu-abumu seiring langkahmu memasuki pesawatmu. Aku pun beranjak pergi memasuki pesawatku. Dua maskapai penerbangan berbeda yang akan membawa kita pulang ke kota yang sama. Hanya aku, kamu & Tuhan yang mengerti mengapa kita tak pernah bisa berada pada satu maskapai yang sama. Biar hanya kita & Tuhan yang tahu.

Mataku sembab ketika tiba di kota kita. Isak tangisku tak tertahan selama 45 menit perjalanan di udara. Aku melihat gambaran aku tanpamu & kamu tanpaku di langit.

20
Dec
09

Mutasi ke Rak Buku..

Gyaaa!! Dah hampir 2 mingguan ga bisa intim ma 212Notes ini, ini aja posting via E71. Hehe.. :D Kira2 2 minggu terakhir ini ada terlalu banyak office madness yang menghalangi gw mengakses account WP gw. Dimulai dari semua dokumen berlabel urgent yang harus balapan dengan network freeze period & finance freeze period di kantor gw sampai dengan dimutasikannya (lagi) boss gw yang bikin gw seakan2 ketimpaan kerjaan dari 2 buah group yang beliau pegang sekarang. Haehh..

Bicara soal mutasi, terus terang gw agak shock begitu tau ternyata boss gw yang selama ini gw bantuin dimutasikan ke group dimana teman2 gw The Happy Family bernaung. Gw merasa kaget aja dengan perubahan yang seringkali terjadi di kantor gw ini. Well, dengan mutasi ini berarti ini adalah yang ke-4 kalinya gw membantu boss gw packing dalam waktu 3 tahun. *What a change, huh?* Lalu gw gimana? Apakah gw akan ikut pindah? Gw belum tau, tapi apapun itu gw yakin itu yang terbaik buat gw. Amin.

Lantas ada apa lagi di 2 minggu terakhir ini? Ga ada apa2 selain usaha keras gw untuk menghabiskan Senin-Jumat dengan rute rumah-kantor-rumah & Sabtu-Minggu dengan totalitas di rumah aja. Kenapa? Bukan, bukannya karena lagi males kemana2, bukan juga karena lagi butuh hibernasi selayaknya beruang kutub apalagi karena alasan lagi perawatan kulit. Alasannya karena kas keras gw *halah.. gaya bener kas keras.. :P * sedang menipis alias ga punya budget untuk pergi2, makan2, belanja hingga nyalon. Xixixi.. :D

Tapi, ternyata menipisnya kas keras itu ada hikmahnya loh.. Weekend minggu lalu & long weekend kemarin ini sukses gw habiskan dengan beres2 kamar gw yang dah mirip gudang itu. Alasan awalnya sih karena kebutuhan gw akan tempat untuk menyimpan buku2 gw yang tersebar di segala penjuru kamar. Setelah beberes akhirnya muncullah beberapa space yang bisa gw gunakan untuk menyimpan buku2 itu walaupun ga semua buku terakomodir karena ketebalan para buku itu. Dan tampaknya long weekend minggu depan masih akan gw pergunakan untuk mencari ruang simpan bagi buku2 gw yang masih belum punya rumah. Nah, apa teman2 punya referensi tempat untuk beli rak buku yang ekstra murah, atau referensi tempat yang bisa bikin rak buku dengan biaya sangat terjangkau, atau alternatif ruang simpan buku selain rak buku, atau malah mau menghibahkan gw sebuah rak buku dengan cuma2? Akan gw terima koq dengan tangan terbuka & hati seluas samudra. Wekekekek.. :P

14
Dec
09

Doa di Lintas Resah..

Change, please be gentle to me.

Situation, please be easy. If it’s going to be tough, I will learn to be tougher than that.

Spirit, please stay inside me.

Hope, please do not give up on me.

Faith, please lead my sanity.

Bad thoughts, please release me.

Luck, please follow me.

Patience, please grow encouraging me for always coz I still believe that patience is a virtue.

Allah SWT, ikhlaskan aku untuk setiap jalan terbaik yang Kau pilihkan untukku bahkan di saat aku tak menginginkannya. Kuatkan aku untuk setiap rencanaMu, ya Maha Perancang Kehidupan. Amin.

11
Dec
09

The Happy Family..

Pernah ga kalian kenal dengan beberapa orang baru & hanya butuh beberapa waktu untuk merasa sangat akrab?

Pernah ga kalian kenal dengan beberapa orang baru & hanya butuh beberapa waktu untuk merasa sudah saling mengenal lama & saling percaya?

Pernah ga kalian kenal dengan beberapa orang baru & mereka selalu ada di saat kalian membutuhkan bantuan?

Pernah ga kalian kenal dengan beberapa orang baru & mereka selalu siap menolong kalian dengan ikhlas & tanpa pamrih apapun?

Jujur, gw jarang menemukan orang2 seperti itu. Dan gw beranggapan bahwa tindakan2 seperti itu hanya dapat dilakukan oleh orang2 yang sudah saling mengenal selama beberapa lamanya. Sampai gw sadar bahwa anggapan gw itu salah ketika gw menemukan mereka, sekumpulan teman2 yang gw sebut The Happy Family.

Gw mengenal mereka di awal Oktober 2007 ketika gw pindah ke kantor gw yang sekarang ini. Entah karena suasana lokasi, frekuensi ketemu yang sering atau mungkin hanya perasaan gw saja, gw merasa aman & nyaman banget saat bareng mereka. Suasana kantor jadi benar2 terasa seperti di rumah.

Sudah ga terhitung berapa banyak kebaikan yang mereka bagi untuk gw sebagai personil tim paling muda & paling baru di group itu. Mereka ga pernah sungkan berbagi cerita, waktu, ilmu, rezeki, makanan, oleh2 atau apapun, *kecuali berbagi hutang & dosa ya.. :D * rasanya apapun yang bisa mereka bagi pasti akan dibagi oleh mereka. Bahkan di saat musibah paling sulit pun, mereka dengan ikhlas tanpa pamrih membantu gw yang waktu itu baru mereka kenal sekitar kurang dari setahun. Sekarang walaupun gw sudah ga bergabung di group yang sama dengan mereka, perhatian, kebaikan & ketulusan2 itu ga pernah berhenti. Dan dari mereka lah gw belajar bahwa dengan memberi kebahagiaan kepada orang lain secara tulus, kita ga akan pernah kehabisan kebahagiaan ataupun rezeki itu, justru malah akan semakin bertambah lagi & lagi.

Happy Moments with The Happy Family

Mba2 & Mas2 The Happy Family, Vinna cuma bisa selalu berdoa agar segala perhatian, kebaikan & ketulusan2 kalian dilipatgandakan oleh Allah SWT. Terima kasih untuk setiap kebahagiaan yang selalu kalian ciptakan selama ini. Vinna sayang kalian. Vinna sayang The Happy Family. :D  

09
Dec
09

Pictures Talk: A Birthday Madness Gratitude..

2 Desember 2009 pukul 00.00, di malam bertambahnya usia itu gw berada di dalam sebuah taksi, sendiri. Offlining my messenger & putting my cellphone on silent mode. Gw cuma ingin menghabiskan malam itu sendiri, sama seperti gw menghabiskan banyak malam2 gw sendiri. Ah, tidak ada yang istimewa, hari ini hanya hari biasa selayaknya hari2 lainnya koq.. Tapi gw ingin melakukan hal2 yang tak biasa & gw ingin menjadi istimewa..

Dan hari itu gw merasa istimewa.. :D

kejutan di pagi hari hasil kreasi Bang Roy.. "Tq, Bang.." ^^

ga banyak memang kado yang gw terima, tapi cukup bikin gw terharu.. thank you!!

26 it is.. picture taken by Essa

26 it is.. Mengutip perkataan seorang teman di hari bertambahnya usia itu, “Lo emang lagi ga punya co atau kekasih, tapi lo punya banyak teman2 yang juga sayang ma lo..” Dan yeup!! Ga ada kata2 yang pantas gw ucapin selain “Terima kasih untuk semua ucapan, doa, kejutan & hadiah dari teman2 semua. Semoga Allah SWT membalas perhatian, kebaikan & ketulusan kalian semua. Amin.” ^^

02
Dec
09

Dua Puluh Enam..

Dua puluh enam. Apa artinya? Artinya sudah lewat seperempat abad; artinya sudah bukan termasuk golongan anak2; artinya (InsyaAllah) sudah mendekati angka tiga puluh; artinya sudah harus bisa mengandalkan diri sendiri; artinya (katanya) sudah masuk kategori dewasa; artinya sudah semakin berkurangnya waktu di dunia *glek..*; artinya sudah memasuki masa wajib tobat; artinya sudah (semakin) memasuki usia wajib menikah *gyaaa..*; artinya sudah harus bisa melepas Peter Pan Syndrome yang selama ini melatarbelakangi alasan mengapa gw masih suka bermain2 & bersenang2; dan mungkin masih ada banyak lagi artinya.

Dua puluh enam. Gw akui, gw cukup naif untuk terus menerus berkata kepada diri gw sendiri bahwa gw tidak ingin menjadi dewasa. Gw ingin selalu hidup dalam jangkauan usia 21-25 tahun, yang berarti sudah lewat & nyatanya gw mulai sadar bahwa gw ga akan pernah punya kuasa untuk membuat hidup gw berada selamanya di usia itu. Kenapa 21 hingga 25? Karena menurut gw, 21 hingga 25 adalah angka yang berada di masa transisi masa kecil & masa dewasa dimana seluruh batas toleransi masih berlaku.

Dua puluh enam. Gw benci dunia orang dewasa. Dunia orang dewasa yang seringkali gw lihat adalah dunia kesepian, dunia persaingan, dunia keterikatan, dunia untung rugi, dunia peraturan, dunia keharusan, dunia tanggung jawab, dunia kepura2an & dunia pencitraan. Ya, ya, ya.. Put the blame on me for being so naive & self-centred.

Dua puluh enam. Tapi lalu gw bisa apa? Angka 26 itu terus melaju tanpa peduli gw suka atau tidak. Desember selalu datang lebih cepat dari yang gw harapkan. “Tapi gw masih ingin bebas bermain2 & melakukan apapun yang gw kehendaki..” “Tapi gw masih ingin bebas berpergian tanpa harus kompromi dengan segala bentuk tanggung jawab..” “Gw juga masih ingin bebas mencintai & dicintai oleh siapapun..” “Gw juga masih ingin selalu bisa menjadi diri sendiri & menikmati diri sendiri tanpa intervensi dari siapapun..” Aaarrrggghhhhhh!!!! Tapi lalu gw bisa apa selain menjalankan waktu yang tersisa dengan keikhlasan menerima semua cerita & deritanya.

Dua puluh enam. Gw siap menyambut angka itu dengan segala label kewajiban, keharusan, kesenangan & kewenangannya. Gw harus siap! Selamat datang 26!! *Sniff.. Sniff.. Mengendus2 aroma sesuatu yang baru* ^^

Dua puluh enam. Terima kasih tak terhingga kepada Allah SWT, Sang Pemberi Nikmat yang tiada henti kendatipun gw belum juga menjadi golongan umatnya yang taat. Terima kasih teramat banyak kepada Mama, anugrah paling indah dalam hidup gw. I am nothing without you, Mom. I love you & i love you & i love you & i love you & loving you for always, Mom.  Terima kasih teramat banyak kepada  Alm. Papa untuk setiap jerih payahnya, butiran keringatnya, tetes air matanya & semua pembelajaran yang teramat sulit.

22
Nov
09

di 10 Hari Terakhir..

“Stop!!!”

Seakan ga mendengar teriakan gw, ia terus melenggang. Tanpa beban.

“Wait.. Wait.. We can talk about it first. Please stop & wait.”

Ia hanya menoleh, tapi terus saja melaju.

“Can you please just stop for awhile? Pleaseee..”, rengek gw sekali lagi.

Lagi2 tanpa berhenti, ia hanya tersenyum tipis tanpa bicara. Senyumnya berkata bahwa tak pernah akan ada kompromi.

“Tolong berhenti sebentar saja.. Tolong..”, suara gw sudah kehabisan daya untuk memintanya berhenti.

Ia masih terus melangkah. Pasti & tanpa henti.

Dan ia pun meninggalkan gw sendiri di lorong masa, untuk kesekian kalinya.

11
Nov
09

Cerita Sabtu Seru 31/10/09: Sepeda & Museum Perangko..

Sepeda. Kata benda itu sudah menggangu hidup gw selama beberapa bulan terakhir ini, ya setidaknya ketika fenomena bersepeda kembali nge-trend lah. Setelah batal bersepeda di minggu sebelumnya, akhirnya hasrat & kerinduan gw untuk bersepeda tersalurkan juga di Sabtu seru ini. Nah, berhubung gw sudah ga punya sepeda sejak maling menggondolnya beberapa tahun yang lalu, jadilah gw mencari tempat wisata yang punya fasilitas rental sepeda & pilihan gw jatuh kepada Taman Mini Indonesia Indah (TMII) yang secara jarak lebih dekat dari rumah gw.

Tiket masuk TMII bagi orang dewasa adalah seharga Rp9.000,- & berhubung waktu itu gw ke sana naik mobil jadilah mobil gw pun dikenakan retribusi sebesar Rp10.000,-. Rental sepedanya berlokasi di sudut kiri Desa Seni & menghadap langsung ke tempat parkir, beroperasi di hari Selasa-Minggu pukul 9.00-17.00 WIB. Ada banyak pilihan sepeda dengan berbagai pilihan tarif sewa yang berlaku untuk hitungan waktu selama 1 jam. Ada sepeda tandem dewasa bertarif Rp20.000,-; sepeda tandem kecil bertarif Rp15.000,-; sepeda MTB 24″ seharga Rp10.000,-; sepeda MTB 26″ seharga Rp20.000,- & sepeda BMX dengan tarif Rp7.500,- hingga Rp10.000,-. Syarat peminjamannya mudah koq, cuma uang seharga sepeda rental pilihan & KTP yang masih berlaku tentunya. Pilihan gw pun jatuh ke sepeda MTB ukuran 24.

Whoaaa.. Riding time is begin!! Sepedahan begini bikin gw flash back ke tahun2 keintiman gw ma sepeda gw yang dimalingin itu. *Hiks.. Sepedah, aku merindukanmu..* Pagi itu gw ga sepedahan sendiri, gw sepedahan bareng Mama tercinta yang ternyata masih bisa bersepeda setelah puluhan tahun ga pernah lagi bersepeda. Setelah keliling2, sok2an ngebut, gaya2an zig-zag, ngebalapin orang2 yang lagi jalan kaki *penting bgt* & foto2 *ini sebenarnya inti dari sepedahan pagi itu.. :P *, gw & Mama pun akhirnya mampir ke Museum Perangko.

sepedahan

Museum Perangko berada di kompleks Taman Mini Indonesia Indah tidak jauh dari Anjungan Daerah Papua. Museum ini diresmikan oleh Bpk. Soeharto ketika masih menjadi Presiden Indonesia pada 29 September 1983. *Museum ini seumuran ma gw.. :P * Pada pintu masuknya terdapat patung Hanoman, menurut keterangan dari situs resmi TMII, patung Hanoman itu dikenal sebagai pembawa berita (dhuta dharma) dalam dunia pewayangan yang diartikan serupa dengan tugas PT Pos Indonesia. Meskipun bukan tergolong museum baru, tapi bangunan Museum Perangko ini terbilang masih cukup baik. Belum lagi diorama & tata letak isi museum yang tertata apik & bersih dengan sepoi2 sejuknya AC ruangan, bikin gw betah banget berlama2 di sini. Oiya, sebagai informasi, tiket masuk seharga Rp2.000,- yang terpampang di depan patung Hanoman tidak berlaku koq, harga tiket masuk museum ini = GRATIS!

Terdapat 6 bagian di museum ini, mulai dari Sejarah Pos & Perangko di Dunia; Proses Pembuatan Perangko & Perkembangannya; Penerbitan Perangko Pra Kemerdekaan dan Masa Kemerdekaan; Penerbitan Perangko Paska Kemerdekaan; Macam2 Tema Perangko & Kegiatan Filateli. Pada bagian2 ini kita bisa melihat perangko pertama di dunia, The Penny Black, yang diterbitkan di Inggris pada tahun 1840. Kemudian terdapat pula perangko pertama di Indonesia yang diterbitkan pada tahun 1864, keunikannya adalah perangko ini dicetak tanpa perporasi atau gigi perangko. Ada pula bis surat alias kotak pos yang dipergunakan pada tahun 1919.

Museum Perangko1

Museum Perangko TMII

Museum Perangko2

Sang Dhuta Dharma

Koleksi Museum Perangko 1

Koleksi Museum Perangko 1

Koleksi Museum Perangko 2

Koleksi Museum Perangko 2

Koleksi Museum Perangko 3

Koleksi Museum Perangko 3

Setelah puas berkeliling, gw lalu bergabung dengan Mama yang lagi ngobrol dengan penjaga museum. Iseng2 gw bertanya perihal frekuensi kunjungan di museum ini & jawaban si bapak penjaga cukup bikin gw sedih. Katanya, “Sepi, Mba.. Orang2 lebih suka ke acara musik di bawah, naik kereta gantung, istana anak2 & SnowBay. Lihat saja di buku tamunya.” Gw pun beranjak ke buku tamu; gw adalah pengujung pertama hari ini, sedangkan kemarin hanya ada 2 orang pengunjung & begitu pula kemarin lusa. Sisi emosional gw langsung memuncak. Kenapa sih rata2 museum selalu sepi pengunjung kalau dibandingkan dengan mall atau coffee club yang notabene membuat kita menjadi konsumtif? Apa iya museum semembosankan itu? Padahal para kreator maupun donatur museum sudah mengeluarkan banyak effort untuk berbagi ilmu pengetahuan kepada kita semua, khususnya museum ini yang menurut gw sangat layak untuk dikunjungi. Siapa & apa yang salah ya? *Think*

Sepedahan: DONE. Kunjungan museum: DONE. Foto2: DONE. Jadi cuma segini Sabtu serunya? Wewww.. Ini baru awal keseruan di hari Sabtu, 31 Oktober 2009 koq, masih ada cerita seru lainnya setelah ini. Nantikan postingan berikut yaaa.. ^^

07
Nov
09

si Vinna & sosok Sekretaris..

Berdasarkan ilmu semasa kuliah dulu, kata sekretari atau secretary berasal dari kata secret yang berarti rahasia, artinya seorang sekretaris adalah orang yang pandai menyimpan rahasia. Pandai menyimpan rahasia adalah salah satu syarat wajib untuk menjadi sekretaris, apapun jenis kelaminnya. Sekretaris identik dengan pekerjaan yang bersifat melayani, jadi seorang sekretaris haruslah memiliki sifat yang ramah agar koordinasi pekerjaan menjadi harmonis. Selain itu, sekretaris adalah jembatan dari segala pihak, internal-internal maupun internal-eksternal, jadi seorang sekretaris harus berpenampilan baik agar dapat memberikan citra yang bagus bagi setiap pihak. Dan masih banyak lagi keharusan2 yang wajib dimiliki oleh seorang sekretaris. Nah, pertanyaannyaaa.. Apakah gw sudah memenuhi kualifikasi sebagai seorang sekretaris, paling tidak 3 hal di atas? *Phewww..*

Mari qta bahas satu per satu 3 kriteria di atas:

1. Pandai Menyimpan Rahasia –> Hmmm… Koq kyanya membahas yang satu ini ga pantas klo dinilai oleh diri sendiri ya? Mana ada orang pandai menyimpan rahasia ngaku2 klo pandai menyimpan rahasia? Jadi biar orang2 saja yang menilai lah untuk kriteria yang satu ini.

2. Ramah –> Huhuhu.. Sampai saat ini gw merasa belum cukup ramah dalam segala kondisi. Tingkat keramahan gw masih dipengaruhi oleh naik turunnya mood gw di kantor. Bukan sekali dua kali rekan2 kantor gw menggerutu betapa galaknya gw ketika mereka kehilangan dokumen *kenapa ga diarsip c??*, salah format nodin (nodin = nota dinas) padahal gw sudah seringkali mengirimkan format yang baku *formatnya salah nih, harus di-print ulang!* atau menanyakan sesuatu berulang-ulang *kenapa ga dicatat c??*. Tapi kegalakan itu cuma berlaku ketika mood gw sedang jelek, kalau mood gw lagi bagus, jawabannya pasti begini: *dokumen nomer brp? nanti aku kirimin yaa..* *formatnya salah nih, kirim dokumen word-nya ke aku ya biar aku benerin..* *koq ga dicatet c? aku kirimin lagi yaa..* Beda banget ya? Wekekekek..

3. Berpenampilan Baik –> Nahhh.. Inilah salah satu kelemahan gw, gw susah banget untuk rapih. Sejak kecil sepertinya gw susah banget untuk sedikit peduli sama penampilan diri sendiri. Masa kuliah selama 3 tahun bahkan sepertinya ga bisa merubah gw untuk bisa lebih perhatian terhadap model2 pakaian yang pantas untuk seorang sekretaris. Belum lagi soal tatanan rambut gw yang hampir 98% selalu diikat bahkan diuwel2. Kadang2 gw suka merasa kasihan sama boss gw, sekretarisnya koq penampilannya biasa banget sementara teman2 sekretaris gw yang lain terlihat modis, anggun & rapih. *Maaf ya, Boss.. :( *  

 

Vinna

lihat sendiri betapa berantakannya gw sebagai sekretaris.. :(

si Vinna

kenalkan, saya Vinna, sekretaris.. :P

Jadiii, kesimpulannya adalah bahwa gw merasa belum jadi sekretaris yang baik selama ini walaupun sudah menjalani profesi ini selama kurang lebih 5 tahun. Skirt and high heels? No, I do better with my pants and keds.. ;)

 

26
Oct
09

Pictures Talk: Pesta Blogger 2009

Sewaktu lagi blogwalking, beberapa blog yg gw kunjungi memasang icon Pesta Blogger 2009 yang tinggal menghitung hari. Kayanya acaranya seru & pengen hadir, tapi *Emang gw blogger ya?* ; *Punya blog sih, tapi masih sepi pengunjung..* Akhirnya gw menahan keinginan gw (baca: minder) untuk datang ke acara yang berlangsung pada Sabtu, 24 Oktober 2009 di Gd. SMESCO. Sampai tiba2 hari Jumat, 23 Oktober 2009 sore, pihak Bubu.com selaku penyelenggara menawarkan free invitation untuk menghadiri Pesta Blogger 2009 kepada rekan2 di kantor gw. Berhubung teman2 sekantor merasa bukan blogger, alhasil free invitation itu tidak diminati oleh siapapun kecuali gw. Nanya sana sini ke teman2 yang punya blog, ternyata teman gw, Gandi Wibowo, juga niat datang ke hajatan para blogger itu. Akhirnya gw pun memutuskan hadir, selain pengen nambah teman2 blogger, gw juga pengen jadi saksi kemenangan Wijna yang blognya masuk nominasi XL Blog Award kategori blog pariwisata, walaupun akhirnya ga menang juga.

Singkat cerita, di acara itu gw kenalan dengan Cerita Eka, Frozen’s Thought, Soul Harmony, Zulhaq, Macan Gadungan, Gerrilyawan & Juli. Ngobrol & tukar ceritanya seru, tapi foto2nya lebih seru lagi. Yay!! Enjoy the pictures talk..

PB 2009 1

PB 2009 2

PB 2009 3

PB 2009 4

PB 2009 5

PB 2009 6

Buat para pembaca, please info dunk dimana gw bisa dapetin lagu tema Pesta Blogger 2009 yg enak banget itu.. Makasih.. ^^