Tips: Packing ala Vinna..

Posted: 04/04/2011 in fUn

[Packing]

Dictionary – View detailed dictionary

  1. noun
    1. pengepakan
    2. balutan
    3. pembungkusan
    4. bungkusan

 

Pernah mengalami kesulitan packing ketika pertama kali melakukan perjalanan dinas atau liburan? Well, I did. Pengalaman pertama packing gw terbilang norak. Waktu itu gw akan pergi sejak hari Selasa pagi & pulang hari Minggu siang, jadi itu adalah 5 hari perjalanan. Berhubung belum pernah packing untuk perjalanan selama itu, sepertinya isi lemari pakaian gw pindah ke koper besar yang gw bawa waktu itu. Well, everybody has their own first time. :mrgreen:

Setelah sekian kali packing, akhirnya kemampuan packing gw pun membaik. :P   Berikut inilah beberapa tips packing ala gw, semoga bermanfaat.

1. Koper atau Ransel?

Pilihan koper atau ransel sungguhlah merupakan pilihan selera. Tapi kira-kira begini aturan gw.

1-2 hari = ransel; 3 hari lebih = koper

Pilihlah media packing yang paling nyaman dengan situasi perjalanan, kondisi diri & lokasi tujuan. Koper lebih cocok pada jenis perjalanan city trip dengan jangka waktu perjalanan yang panjang, sedangkan ransel lebih sesuai jika dibawa pada jenis perjalanan singkat atau perjalanan yang membutuhkan kepraktisan. Memilih untuk membawa koper pada jenis perjalanan trekking sepertinya cuma akan mempersulit diri sendiri kan? ;)

2. Pakaian, Dilipat atau Digulung?

Membutuhkan sisa tempat yang lebih luas di dalam koper? Gulunglah pakaiannya. Menyimpan pakaian dengan cara digulung dapat menghemat lebih banyak tempat dibandingkan dengan cara dilipat. Selain menghemat tempat, menggulung  juga bisa mengurangi kusut pada pakaian.

3. Membungkus Pakaian itu Perlu

Setelah seluruh pakaian tadi digulung, gw menyarankan agar pakaian-pakaian itu dibungkus dengan plastik bening dry cleaning. Tujuannya agar pakaian tersebut terhindar dari noda atau kotoran seperti cairan sabun atau sampo yang bocor. Well, tidak ada yang tau kan bagaimana koper & ransel kalian diperlakukan ketika dimasukkan ke bagasi pesawat. :) Plastik dry cleaning tersedia koq di supermarket besar atau meminta lebihan plastik dry cleaning ketika me-laundry pakaian juga bisa.

4. Tas Toiletries (Peralatan Mandi) Khusus

Jika travelling adalah hal rutin, maka memiliki tas toiletries khusus adalah sangat disarankan. Tas ini tentunya berisi peralatan mandi yang akan digunakan selama dalam perjalanan. Selain terhindar dari kelupaan membawa barang-barang mandi pribadi, memiliki tas toiletries khusus travelling akan mempersingkat waktu packing kalian. Ada baiknya juga jika tas toiletries digabung dengan tas yang berisi pakaian dalam, praktis. :) Oiya, karena tas toiletries ini seringkali berada di kamar mandi, jadi jangan lupa memilih bahan tas yang kedap air seperti bahan parasut atau yang dilapisi plastik di luarnya.

5. Membawa Handuk, Perlukah?

IMHO, perlu. Hotel besar biasanya selalu menyediakan handuk bersih yang siap digunakan, sedangkan pada hotel melati pada umumnya tidak. Walaupun akan menginap di hotel besar, tapi taukah kalian bahwa dengan membawa handuk sendiri, kalian turut andil dalam mengurangi limbah pencucian yang kerap kali berasal dari hotel-hotel besar. Jadi, pilihan membawa handuk atau tidak ada di tangan kalian. :)

6. Bagaimana Membawa Sepatu & Tas?

Berbeda dengan liburan, perjalanan dinas seringkali mengharuskan traveller, khususnya wanita, untuk setidaknya membawa 2 jenis sepatu & tas. Berdasarkan pengalaman gw, membawa sepatu kerja (pump shoes atau loafer) hanya dengan dibungkus plastik kresek biasa ternyata merusak bentuk sepatu. Nah, di sinilah pentingnya membawa sepatu dengan menggunakan travel shoes bag agar bentuk sepatu tidak rusak. Saran gw, usahakan memilih shoes bag yang memiliki rangka bentuk daripada yang berbahan kain biasa, shoes bag dengan bentuk tas kain biasa memang lebih menghemat tempat di dalam koper tapi kurang dapat diandalkan untuk menjaga bentuk sepatu. Hal ini berlaku juga untuk menyimpan tas, usahakan membungkus tas dengan cover bag-nya untuk menjaga agar kulit tas tidak rusak selama berada di dalam koper.

7. Menyimpan 1 Set Pakaian

Preparation is the best defense. :) Salah satu hal penting yang terlihat sepele adalah memisahkan 1 set pakaian & pakaian dalam untuk disimpan di tas jinjing atau ransel yang kalian bawa. Alasannya? Tentu saja sebagai antisipasi untuk alasan darurat, seperti misalnya koper atau ransel yang kalian masukkan bagasi ternyata hilang atau tertukar. Jika khawatir akan menambah beban tas, pilihlah pakaian dengan bahan ringan seperti katun atau kaus.

8. Selalu Siapkan 1 Tas Cadangan

Ketika berlibur ataupun dalam perjalanan dinas, gw selalu kembali ke kota asal dengan barang sebagai oleh-oleh atau bahkan dengan setumpuk dokumen. Kebiasaan ini pada akhirnya selalu membuat koper gw penuh sesak & semakin berat. Jadi, untuk menghindari semakin beratnya koper gw, gw memilih untuk membawa 1 tas besar cadangan. Ukuran tas ini tidak harus sebesar koper atau ransel utama, setidaknya cukup untuk membawa beberapa barang, tumpukan dokumen atau apapun benda tambahan yang harus kalian bawa ke kota asal.

9. Benda-benda Penting dalam Jangkauan

Benda-benda ini, menurut gw, haruslah berada dekat dalam jangkauan kalian & tidak diletakkan di dalam bagasi. Apa saja?

  • Dompet berisi uang, tiket & dokumen perjalanan, kartu debit, kartu kredit, passport ataupun tanda pengenal lainnya. Ketika bepergian, benda-benda ini adalah faktor penting penentu lancar atau tidaknya perjalanan kalian. So, hold them tight!!
  • Benda-benda berharga & alat komunikasi. Well, kayanya memang ga ada kan yang mau menyimpan barang-barang berharga & alat komunikasi di dalam bagasi? Hehehe…
  • Obat-obatan pribadi. Obat-obatan pribadi yang dijual bebas memang mudah didapat. Tapi bagaimana jika obat yang sangat kalian butuhkan ketika dalam perjalanan adalah jenis obat khusus yang sulit didapat? Lebih baik berantisipasi kan… :)  
  • Kacamata baca atau cairan pembersih kontak lens. Liburan & perjalanan dinas tentunya akan sangat terganggu klo penglihatan juga terganggu.
  • Perlengkapan make-up. Haha… Kyanya ga usah dalam urusan travelling pun para wanita biasanya sudah menyimpan tas make-up dalam jangkauan. :P
  • Sepasang kaus kaki. Lagi-lagi tentang antisipasi. Alasannya adalah karena kalian tidak pernah tau jika tiba-tiba suhu di dalam pesawat atau kereta menjadi lebih dingin daripada biasanya, atau jika secara darurat kalian harus bermalam di airport atau mungkin juga jika tempat penyewaan sepatu boot di wisata tambang tidak memiliki ukuran sepatu yang pas dengan ukuran kaki kalian; maka sepasang kaus kaki lah jawabannya. :D
Sekian dan Happy packing!! ^^

*gambar diambil dari sini.

Tentang Hari Ini..

Posted: 24/03/2011 in heart t0 heart

Sesungguhnya, aku tak pernah memerlukan alasan untuk merasa bahagia. Hidupku cukup, tidak berlebih, hanya cukup & aku bahagia. Hingga di hari pertama dia tiba di pintu gerbang kehidupanku, bahagia seakan tak pernah pergi dari langitku.

Sudah tak terhitung seringnya aku menulis tentang kami. Tentang hubungan kami yang sulit, tentang kepergiannya, tentang kepergianku, dan tentang betapa sesungguhnya kami tak pernah dapat menemukan jalan untuk benar-benar pergi.

Aku seringkali menatap langit malam, berharap ada jawaban atas pertanyaan-pertanyaan benakku di atas sana.  Jika aku membuang waktuku terlalu lama untuk sebuah jawaban akan perjalanan kami, akankah aku menemukan penyesalan di ujung sana? Andai hati & logika mampu berjalan beriringan tanpa saling tak setuju.

Maafkan kami, manusia-manusia terdekat.

empty..

Posted: 14/09/2010 in heart t0 heart
looking back only reminds me that it's not coming back...

 

Legenda Kabut & Wringin Lawang..

Posted: 26/08/2010 in fUn
Kira-kira satu bulan sebelum keberangkatan ke Trowulan, gw melihat sebuah foto cantik hasil perjalanan Bli Putu di Trowulan. Foto dengan objek sebuah gapura semacam gerbang dengan suasana kabut pagi yang tebal. Setelah komen-komenan foto via FB, gw pun baru tau tentang adanya legenda kabut Majapahit. Kabut biasanya pelan-pelan menghilang ketika hari semakin terang, tapi kabut di Trowulan berbeda, semakin terang justru malah akan semakin tebal. Konon, kabut ini adalah salah satu strategi prajurit Majapahit untuk bersembunyi dari kejaran musuh.

Jadi kami pun berniat membuktikannya dengan mata kami sendiri. Tanpa mandi, pukul 05.30 pagi itu kami menuju Gapura Wringin Lawang. Keluar dari area penginapan, kabut sudah terlihat. Begitu tiba di jalan raya, ketebalan kabut semakin menjadi yang membuat jarak pandang kami pun semakin pendek. Oh what a misty morning.

Gapura Wringin Lawang terlihat sangat anggun ketika kami tiba. Berlatar belakang sawah, matahari terbit & tentu saja kabut tebal membuat Wringin Lawang terlihat bagaikan pintu gerbang menuju surga. *I called it Heaven’s Gate.. :mrgreen: * Intinya, suasana pagi itu sungguhlah mengharu biru. 

A Very Misty Wringin Lawang..

*ancient site with a beautiful background, i cannot ask for more..* :)

Terletak di Desa Jatipasar, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Gapura Wringin Lawang cukup mudah ditemukan karena letaknya yang tidak jauh dari Jl. Raya Jombang-Mojokerto. Wringin Lawang terbuat dari batu bata merah, berbentuk gapura dengan denah empat segi panjang berukuran panjang 13 Meter, lebar 11.5 Meter & tinggi 15.50 Meter. Lebar antara kedua dinding gapura adalah 3.5 Meter dengan anak tangga pada sisi timur & barat.

Berdasarkan hasil penelitian, pada sisi utara & selatan gapura terdapat sisa struktur batu bata yang diduga adalah bagian dari tembok keliling. Lalu di halaman sebelah barat daya ditemukan sebanyak 14 buah sumur. Dari sinilah diperkirakan bahwa Gapura Wringin Lawang menghadap ke barat & berfungsi sebagai gerbang untuk memasuki sebuah kompleks bangunan.

Kabut pun perlahan menghilang setelah tebal kabut mencapai puncaknya pada pukul 06.30 pagi. Kemarin, matahari terbenam di Brahu & kini matahari terbit di Wringin Lawang. Subhanallah. Life is really good. :)

Kami pun beranjak kembali ke penginapan. Saat itu, gw cuma ingin mandi. :mrgreen:

Hari masih sore setelah kami tiba di kamar sewaan & foto-foto di The Reclining Buddha Mahavihara Mojopahit. Mau ngendon di kamar aja koq rasanya sayang, rugi & malu sama langit Trowulan yang saat itu cerah berawan. Setelah menempuh 6 jam perjalanan darat melewati beberapa kabupaten di Jawa Tengah & Jawa Timur, kami pun melanjutkan perjalanan. Ga capek? Ngga, kami terlalu excited untuk merasa capek. :D Jadi apa objek terdekat dari vihara? Itulah tujuan pembuka kami sore itu.

Dari kejauhan, tinggi bangunannya sudah terlihat. Itu dia, Candi Brahu. Kami tiba di lokasi hanya beberapa menit menjelang Maghrib, jadi bisa dipastikan pagar di sekeliling candi sudah ditutup. Segerombolan anak sekolah yang berada di dalam kawasan candi menyarankan agar kami masuk lewat sela-sela pagar kawat di bagian belakang. *Maafkan kami para pihak berwenang, kami hanya tidak sabar untuk mengagumi Candi Brahu.. :mrgreen: *

“Hi there, Mr. Brahu. You look so awesome.” sapaku ketika berhadapan dengannya. Oh yeah, have i said that the combination of beautiful temple, blue sky & the sunset is such an amazing thing? Well, that’s what I got that evening. Lucky me. :)

Candi Brahu

Candi Brahu terletak di Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Berbeda dengan candi-candi Jawa Tengah yang umumnya terbuat dari batu andesit, candi di Jawa Timur sebagian besar berbahan dasar batu bata merah, begitupun candi Brahu ini. Candi ini berukuran tinggi 25.7 Meter & lebarnya 20.70 Meter. Berdasarkan hasil penelitian carbon dating, diduga Candi Brahu berasal dari masa tahun 1410 hingga 1646 Masehi, sehingga candi ini terbilang yang paling tua dibandingkan candi-candi lainnya di Trowulan. Berdasarkan prasasti Alasantan (939 Masehi) yang ditemukan tidak jauh dari Candi Brahu, dituliskan tentang adanya bangunan suci yang bernama warahu alias Brahu.

Struktur bangunannya terdiri dari kaki, tubuh & atap. Berdasarkan penelitian pada kaki candi, diketahui terdapat sususan struktur batu bata yang terpisah, hal ini diduga adalah sebagai kaki candi yang dibangun pada masa sebelumnya. Bagian tubuh Candi Brahu sebagian merupakan hasil rekonstruksi batu bata baru yang disusun pada masa pemerintahan Belanda. Pada bagian tubuhnya, terdapat bilik berukuran 4×4 Meter dengan kondisi lantai yang sudah rusak. Well, gw rasa inilah penyebab mengapa ada papan larangan bagi pengunjung untuk naik.

So, what are you waiting for? Go meet Mr. Brahu & explore his greatness. Best time here is definitely at the sunset time.

This following statement of mine might sounds kinda geeky;

Bertemu dengan candi lagi setelah beberapa bulan, entah mengapa membuat gw merasa lebih ringan & bahagia. Rasanya seperti berjumpa dengan kekasih setelah lama tidak bersama.

Pertama kalinya gw mendengar nama Mahavihara Mojopahit adalah di sini. Setelah membaca rekomendasi itu, gw pun berniat bermalam di sana jika suatu hari gw berkunjung ke Trowulan.

Mahavihara Mojopahit terletak di Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Mencarinya juga terbilang mudah karena ada banyak papan petunjuk arah mulai dari Jl. Raya Jombang-Mojokerto hingga sampai di lokasi. Tempatnya luas, gw rasa itulah alasannya mengapa vihara ini dinamakan Mahavihara. Selain sebagai tempat beribadah umat Buddha, Mahavihara Mojopahit juga memiliki semacam mess atau tempat menginap bagi pengunjung kota Trowulan dengan tarif sukarela. Walaupun tarifnya sukarela, jangan dikira kamarnya minim fasilitas. Kamar mess yang gw & teman2 gunakan selama menginap bersih, luas, kasur empuk, sprei bersih plus ada AC-nya. *Terima kasih Pak Sumadi & para pengurus untuk kebaikan kalian.. :) * Kesimpulannya, tidur gw nyenyak banget selama di sana. Hehehe.. :mrgreen:

Enough saying about the cozy room there. Vihara ini juga punya patung Buddha tidur yang besar banget, some people called it The Reclining Buddha or The Sleeping Buddha. Menurut informasi dari websitenya, patung ini adalah patung Buddha tidur terbesar ketiga yang ada di dunia setelah di Thailand & Nepal dengan panjang 22 M, lebar 6 M & tinggi 4.5 M.

The Reclining Buddha..

Selain tempatnya yang recommended untuk menginap, letak Mahavihara Mojopahit juga dekat dengan Candi Brahu & Situs Candi Gentong. Tertarik untuk berkunjung & beribadah di sini? Ini info lengkap tentang Mahavihara Mojopahit.

Niat ke Trowulan Itu..

Posted: 12/08/2010 in fUn, heart t0 heart

“Sudah pernah ke Trowulan?”

“Coba kamu ke Trowulan deh, banyak situs & candi peninggalan Majapahit di sana.”

”Wah… Pencinta candi belum afdol kalau belum pernah ke Trowulan.”

 

Begitulah kira-kira perkataan orang-orang tentang Trowulan. Iya gw tau kalau Trowulan itu konon adalah letak dari ibukota Kerajaan Majapahit. Gw juga tau kalau di kota itu banyak candinya. Tapi sebegitu harusnyakah gw, yang mengaku sebagai pencinta candi, untuk menjelajahi salah satu kecamatan di Kabupaten Mojokerto itu?

Sejak gw memulai pekerjaan gw memburu candi di tahun 2007, belum pernah sekali pun gw menginjakkan kaki di propinsi Jawa Timur. Buruan candi gw selama ini masih di seputaran Jawa Barat, Jawa Tengah & Yogyakarta. Jadi gw rasa ini tahunnya Jawa Timur kan? Dan tempat di Jawa Timur yang gw rasa cukup pantas menjadi pembuka perburuan candi sepertinya memanglah Trowulan. So, this is the perfect time to visit Trowulan, via Yogyakarta tentu saja. *Yogya sudah menjadi nama kota yang teramat sulit untuk diabaikan. :mrgreen: *

Gw pun lalu melempar ide Trowulan itu kepada 3 orang teman gw, Cita, Atit & Yoso. Mereka bertiga adalah teman gw sewaktu berburu benteng klasik di Banten Lama. Respon positif gw dapat dari Cita & Atit. Ajak beberapa kenalan yang kira-kira tertarik untuk ikut, akhirnya terkumpullah 5 orang yaitu gw, Cita, Atit, Gandi & Thoni. Syarat untuk ikut dalam ekspedisi ini mudah koq, yaitu tertarik kepada situs-situs sejarah & ga rewel ketika harus terik2an di bawah matahari & berpeluh2 hanya untuk melihat batuan-batuan kuno. Susun itinerary, hitung-hitung budget, email-emailan & telpon sana-sini kami lakukan untuk perjalanan ini. Singkat cerita, setelah melalui beberapa halangan, hanya gw, Cita, Gandi & Thoni yang confirmed untuk pergi. Untuk menjaga total patungan per orang, Cita pun berinisiatif mencari tambahan peserta melalui milis komunitas IBP (Indo Backpacker) & dari sinilah peserta kami bertambah oleh Mas Robert asal kota Solo. Kami sangat siap berangkat!! :D

Perjalanan Trowulan via Yogyakarta pun sudah terlaksana dengan (agak) sukses & sangat menyenangkan. Kami semua kini sudah tiba di kota masing-masing dengan selamat, sentosa tanpa kurang suatu apapun. Terima kasih kepada Allah SWT atas izin & perlindunganNya dalam perjalanan ini. Terima kasih kepada Mama gw tercinta yang sudah ikhlas akan pilihan putri semata wayangnya ini untuk bergelut dengan candi & situs-situs sejarah yang selalu membuat kulit gw terbakar gesang, instead of mencari calon suami untuk menikah. *I love u & owe u so much, Mom..* Terima kasih kepada Tante Santi, Om Welly, Rama serta seisi rumah di Sleman yang selalu berbaik hati menerima kedatangan gw selama singgah di Yogyakarta. *I kinda miss Edo, though..* Terima kasih kepada Pak Sumadi & seluruh pengurus Mahavihara Mojopahit yang menerima kedatangan kami dengan besar hati walaupun keyakinan kami tidaklah sama. Mohon maaf kepada seluruh teman-teman Bol Brutu, maaf sudah mengecewakan tidak hadir di acara Gathering Bol Brutu di Candi Barong karena sebuah tindakan yang seharusnya tidak perlu terjadi. Terima kasih kepada Mba Erna, Sari, Nanung & Eno untuk kebaikan & sambutan yang menyenangkan di Yogyakarta. Terima kasih kepada Bli Putu, Wijna, Andreas & Mas Arief Budi untuk informasi-informasi Trowulannya. Terima kasih kepada semua pihak tak tersebut yang mendukung perjalanan ini.

Ancient world rules!! :mrgreen:

Day 1: 01/08/2010

No. Waktu Lokasi Keterangan
1. 03:50 Pangkalan Bus DAMRI Tiba di Pangkalan Bus DAMRI.
2. 04:00 Pangkalan Bus DAMRI Bus DAMRI pukul 4.00 berangkat & seorang teman, Thoni, yang akan berangkat bareng belum juga datang.
3. 04:30 Pangkalan Bus DAMRI Menuju Soetta dgn Bus DAMRI keberangkatan pukul 04.03 WIB.
4. 05:30 Terminal 3 Soetta Air Asia Check In Counter sudah ditutup. TELAT.
5. 06:30 Terminal 3 Soetta Berangkat menuju Stasiun Gambir dgn taksi.
6. 07:30 Stasiun Gambir Beli tiket Argo Dwipangga keberangkatan pukul 08.00 WIB.
7. 08:15 Stasiun Gambir Argo Dwipangga berangkat.
8. 13:30 Stasiun Purwokerto Roda Argo Dwipangga bermasalah (overheat) & harus pindah gerbong.
9. 15:00 Stasiun Purwokerto Masalah roda gerbong selesai, perjalanan dilanjutkan.
10. 17:30 Stasiun Tugu (akhirnya) Tiba di Yogyakarta. Dijemput oleh Gandi, Cita, Mba Erna & mobilnya Mba Erna.
11. 18:10 Bebek Goreng Slamet – Jl. P. Mangkubumi Early dinner with Cita, Gandi, Thoni, Sari, Nanung, Mba Erna & Eno. Menu: bebek goreng.
12. 20:00 Jl. P. Mangkubumi Mobil sewaan (AB 1777 T) tiba.
13. 20:15 Jl. P. Mangkubumi Berangkat menuju Hotel Jaya Kusuma di Prambanan.
14. 20:45 Hotel Jaya Kusuma – Prambanan Room rate only Rp60.000,- per night. Since I shared a room with Cita, so it was only Rp30.000,- per pax. Good deal. :D
15. 21:00 Hotel Jaya Kusuma – Prambanan Beres2, nguras bak mandi, mandi & tidur. :mrgreen:

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Day 2: 02/08/2010

No. Waktu Lokasi Keterangan
1. 06:45 Hotel Jaya Kusuma – Prambanan Check out & berangkat menuju Solo sekalian jemput Mas Robert.
2. 08:15 Jl. Slamet Riyadi – Solo Janjian dgn Mas Robert.
3. 08:30 Soto Kirana – Solo Sarapan pagi. Menu: nasi soto ayam campur & teh tawar panas.
4. 09:00 Solo Berangkat menuju Trowulan. ^^
5. 13:00 RM Padang – Nganjuk Makan siang. Menu: nasi setengah, lele goreng & air putih hangat.
6. 16:00 Mahavihara Mojopahit Tempat kami menginap berfasilitas lebih dari cukup *baca: kamar luas & berAC* & bersih, plus tarif sukarela. :mrgreen:
7. 17:10 Candi Brahu Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.
8. 18:15 Jl. Raya Jombang – Mojokerto Menuju Alun-alun Mojokerto.
9. 18:45 Alun-alun Mojokerto Makan malam. Menu: nasi setengah, gurame goreng & es jeruk.
10. 20:00 Mahavihara Mojopahit Istirahat.

 

Day 3: 03/08/2010

No. Waktu Lokasi Keterangan
1. 05:45 Candi Wringin Lawang We are having a very misty but beautiful sunrise moment. Kami semua belum pada mandi, yet we’re still looking great on the pictures. ^^ Desa Jatipasar, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.
2. 07:15 Mahavihara Mojopahit Mandi.
3. 09:00 RM Asmuni Sarapan pagi. Menu: lontong cap gomeh & air putih hangat.
4. 09:55 Candi Gentong One of my favorite sites at Trowulan. Desa Jambumente, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.
5. 11:30 Candi Tikus Desa Temon, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.
6. 12:10 Candi Bajangratu Desa Temon, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.
7. 13:00 Warung Wader Selalu Ada Makan siang. Menu: nasi setengah, pecel wader, air putih hangat & 2 buah pisang. :D
8. 14:15 Pusat Informasi Majapahit Great museum, great sites & great guide. I cannot ask for more. Good job.
9. 16:20 Warung Sari Tebu Lokasi persis di depan pintu masuk Kolam Segaran. Minuman sari tebu termurah yang pernah kami temui. Harga per gelas hanya Rp1000,- saja. :D
10. 16:30 Kolam Segaran Desa Trowulan, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.
11. 16:55 Candi Minak Jinggo GAGAL karena TUTUP. Besok balik lagi.
12. 17:20 Jl. Raya Jombang – Mojokerto Beli makan malam. Menu: mie goreng.
13. 18:00 Mahavihara Mojopahit Istirahat.

 

Day 4: 04/08/2010

No. Waktu Lokasi Keterangan
1. 07:45 Mahavihara Mojopahit Pamit sekaligus check out.
2. 08:00 RM Asmuni Sarapan pagi. Menu: nasi kari ayam & air putih hangat. Menu ini recommended, enak banget!! :mrgreen:
3. 08:50 Candi Minak Jinggo One of my favorite sites at Trowulan. Dusun Unggah-unggahan, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.
4. 10:00 Situs Sumur Sembilan Dusun Unggah-unggahan, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.
5. 10:30 Candi Kedaton & Sumur Upas Definitely my most recommended site at Trowulan. I love it!! ^^ Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.
6. 11:15 Situs Lantai Segi Enam Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.
7. 11:40 Situs Umpak Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.
8. 12:10 Warung Es Degan Menghilangkan dehidrasi dengan es degan seharga Rp2500,-.
9. 12:30 Jl. Raya Jombang-Mojokerto Perjalanan menuju Yogyakarta. ^^
10. 15:10 RM Pecel Pincuk Mbak Mari – Caruban Makan siang. Menu: nasi pecel pincuk, telur ceplok & air putih hangat.
11. 19:00 Solo Mas Robert turun di Solo.
12. 20:30 Jl. Raya Solo – Yogyakarta Tiba di Yogyakarta.
13. 20:50 RM Mie KADIN Makan malam. Menu: mie goreng & teh tawar panas.
14. 22:30 TP Sleman Tiba di Komplek TP Sleman. Istirahat.

 

 

Day 5: 05/08/2010

No. Waktu Lokasi Keterangan
1. 08:10 Warung Sarapan – Kaliurang Sarapan pagi. Menu: lontong kari ayam.
2. 09:05 Museum Ullen Sentalu Komplek Wisata Kaliurang
3. 11:10 Air Terjun Tlogo Putri Komplek Wisata Kaliurang
4. 12:45 PG Gondang Baru Klaten – Jawa Tengah
5. 14:40 Warung Soto Makan siang. Menu: nasi soto ayam campur & air putih hangat.
6. 15:15 Candi Sojiwan Desa Kebon Dalem Kidul, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten.
7. 15:50 Arca Gupolo Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman.
8. 16:40 Candi Ijo Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman.
9. 18:00 Rumah Pakde-nya Cita Sowan sekaligus Magriban.
10. 19:30 Mirota Batik Malioboro
11. 20:15 Warung Gudeg Lesehan Malioboro Makan malam. Menu: nasi gudeg, mie goreng & teh tawar panas.
12. 21:30 Sangkring Art Space (Galerinya Bli Putu Sutawijaya) Nitiprayan, Bantul.
13. 23:00 TP Sleman Istirahat.

 

Day 6: 06/08/2010

No. Waktu Lokasi Keterangan
1. 08:15 Toko Kurnia Sari Bakpia kejunya juara banget!! :mrgreen:
2. 08:55 Taman Sari Berjarak kira-kira 2 KM dari Kraton Yogyakarta.
3. 10:40 Warung Es Dawet Leyeh-leyeh sambil minum es dawet seharga Rp3000,- per gelas.
4. 12:30 Jumatan Sementara para lelaki sedang Sholat Jumat, gw & Cita tidur dengan pulas di mobil. :mrgreen:
5. 13:16 KFC Makan siang. Menu: nasi ayam crispy honey. Enakkk!! ^^
6. 14:50 Candi Barong Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman.
7. 16:30 Candi Banyunibo Dusun Cepit, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman.
8. 17:25 Kraton Ratu Boko Berburu sunset yang bisa dibilang gagal. Heaven on earth is really exist, it is here. ^^
9. 19:30 Sangkring Art Space Makan malam & meet up with Bol Brutu. :D
10. 23:00 TP Sleman Istirahat.

 

Day 7: 07/08/2010

No. Waktu Lokasi Keterangan
1. 09:10 Soto Ngadipiran Sarapan pagi. Menu: nasi soto daging campur, tempe mendoan & teh tawar panas.
2. 10:25 Candi Gebang Dusun Gebang, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman.
3. 11:30 Bandara Adi Sutjipto Gw, Cita & Thoni pulang ke Jakarta diantar oleh Gandi, Sari & Nanung.
4. 13:00 Bandara Adi Sutjipto Take off.
5. 14:05 Soetta Touch down Jakarta.

Tahun 2010 ini emang juara banget, baru aja habis 7 bulan, gw udah berkelana menembus waktu ke 5 lokasi. Bukan, ga bermaksud sombong sama sekali, ini cuma suatu penegasan bahwa perjalanan yang berkaitan dengan sejarah masa lalu itu sungguhlah candu bagi gw.

Dan semua perjalanan-perjalanan ini adalah tentang betapa tingginya adrenalin ketika menjadi saksi sejarah, tentang betapa gw merasa mirip dengan tokoh idola gw Indiana Jones *yeah2 i know it sounds silly*, tentang hausnya keingintahuan akan peradaban masa lalu yang menggelitik logika, tentang kepuasan spiritual yang sulit dijelaskan dengan kata-kata, & tentu saja tentang setiap pengalaman & teman2 baru yang selalu unik. The thing about ancient travel is that I just can’t stop!!

*ditulis sambil menghitung tabungan yang amat sangat terkuras habis*